24 Juni 2012

Liputan Tabligh Akbar dan Konser Amal untuk Palestina

GOR Among Rogo 24 Juni 2012
Acara dimulai pukul 08.00-12.00 menampilkan opick, justice voice,fathul jihad,al ghifary, dan syaikh shodi abu uwaimer dari palestin. Karena penulis datang terlambat sekitar jm10.30, pas mulai opick naik panggung, jd ketinggalan penampilan justice voice,fathul jihad n drama kolosal anak2 tk salman al farisy, yah gpp,,alhamdulillah msh bs ikt acr :)

Setelah menampilkan bbrp lagu, digelarlah lelang brg2 milik opick,mulai dr CD yg ada ttd opick,baju koko,sarung,syal,dan mushaf al qur'an pny opick pemberian tmnnya. Lelang cd opick dg ttd senilai 500rb mjd 1jt ambil, baju koko 1jt ambil, mushaf al quran opick 5jt diambil sndr oleh opick, sarung 2 jt, syal 2jt. Subhanallah,,walhamdulillah smua hsl lelang adl u/palestin.

Acara sljtnya adalah orasi oleh ust. Caca ketua umum knrp pusat. Blio menyampaikan Ini bukanlah akhir, tp titik tolak perjuangan qt, untuk membantu saudara2 qt d palestina, mk perjuangan knrp tdk akn pernah berhenti hingga al quds dibebaskan.

Selanjutnya adl Penyampaian pesan dari Syaikh shodi abu uwaimer, saudara2ku sekalian aq dtg dr negeri yg sgt jauh, dr negeri para ambiya,para syuhada,para pejuang, disana saudara2 qt sdg berjuang untuk membebaskn al aqsha. Saudara sekalian, kl kami dsana berjuag dg senjata,melawan tank2, mk saudara sekalian disini ckp mengumandangkn allahu akbar yg kumandangnya akan menggetarkn tanah al quds. Jk kami sdh menumpahkn darah2 kami, anak kami,suami2 kami, saudara2 kami, mk apa yg akan saudara berikan untuk palestin?
1. Satu adl doa untk saudara2 qt d al aqsha
2. Dua adl tarbiyah, qt hrs mengajarkn kpd anak2 qt ttg perjuamgan d palestin
3. Tiga adl memberikan harta terbaik qt. Krn nanti saat dtanya oleh Alloh,, qt akn dpt menjawabnya.

Selanjutnya adl doa yg dipimpin oleh Ust.Ma'ruf, sblmnya blio berpesan agar Apa yg ada d dompet anda sekalian silahkn keluarkan smua, ksgkn untk palestin, sisakan untuk perjalanan plg sj.
Dan dilanjutkan dg doa yg menggetarkn hati, smg Allah mengabulkan doa qt smua untuk kebebasan Al Quds, aamiin Allahumma aamiin.

Selama acara jg ditampilkan video dokumenter perjuangan saudara qt d palestin, smg Allah senantiasa merahmati mereka, menaungi dg keberkahan atas perjuangan yg mulia,atas darah yg tertumpah, atas jiwa raga yg terkoyak,atas harta benda yg tergadaikan, dan atas anak2,suami2,ayah2,ibu2,istri2,serta saudara2 mereka yg telah syahid mendahului mereka. Allaaahu Akbar!

Alhamdulillah, di akhir acara, diumumkan dana terkumpul 130.000.000 jt sekian,,(afwan jk krg teliti dlm mdgrkn) smg mjd washilah perjuangan qt disini untuk kebebasan Al Aqsha,kemenangan untuk Al Quds, atas raga yg tak sampai jua ke tanah para anbiya,,

Allahumma,,Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahiim,, sampaikanlah jiwa kami ke tanah suciMu, meski raga kami terpisah jauh, jadikanlah jiwa2 kami adl jiwa yg bersatu padu dlm cinta kpdMu,jiwa yg senantiasa taat dlm syariatMu, jiwa yg dpt berjuang dan syahid di jalanMu..terangilah hati kami, tunjukkanlah jalannya,,Aamiin Yaa Robbal 'alamin.

Bus yogyakarta-magelang, kursi no.1, perjalanan pulang ke banjarnegara.

Kunci kebahagiaan, apa sajakah?

MQ PAGI 24 juni 2012
Aa' gym
Org yg plg beruntung hidupnya adl yg sll fokus kpd Allah, dan total. Wamayyatawakkal 'alallaha fahuwahasbuh. Brgsiapa yg bertawakal kpd Allah, mk akn dpenuhi keperluannya.
Knp qt hrs ramah, dagang hrs jujur, adl bkn agar dagangan laris, tp agar Allah suka kpd qt, agar Allah ridha kpd qt. Berbuat kebaikan, sedekah, adl agar disukai Allah, krn ktk qt mdekat satu langkah,Allah akan mendekat berlipat langkah. Jadi fokus-lah hny kpd Allah,,
Allohlah pemilik surga, penguasa seluruh isi langit dan bumi, mk mintalah kpd Allah. Allohlah yg mengetahui segala sesuatu, mintalah kpd Alloh.

Ust.fahrudin
5 kunci kebahagiaan yg dsampaikan oleh Abdullah bin amr bin ash:
1. Byk mengingat Allah, qs.thoha 124 yakin dg Allah, wilayah qt adl maksimalkn ikhtiar, ttg hasil adl wilayah Allah
2. Perbanyak syukur atas nikmat Allah, lainsyakartum laazidanakum,walainkafartum inna'adzabi lasyadid
3. Memulai sesuatu dg basmallah
4. Istighfar,bertobat memohon ampun kpd Allah.
Jgn pernah berhenti untuk belajar ilmu Allah, agar qt mengenal Allah, agar qt bertambah dekat dg Allah, shg hati qt mjd tenang. Imam syafi'i berkata bhw ilmu yg plg tinggi adl ma'rifatullah,mengenal Alloh, dan puncak keimanan adl yakin dg ketetapan Alloh.

Persiapkan Ramadhanmu

MQ PAGI 20juni 12 Persiapkan Ramadhan 1. Ilmu, krn ilmu itu mendahului lisan dan perbuatan 2. Persiapan amal2, rajab adl bln menanam benih, sya'ban bln mengairi-memupuk, ramadhan saatnya qt panen 3. Taubat, ada 2 mcm,, yaitu taubat muqoyyad adl taubat khusus untk kesalahan tertentu yg qt lakukan. Taubat mutlaq adl taubat atas semua kesalahan qt yg tdk bs qt sebutkn satu2. 4. Sakinahkn keluargamu,, agar dapat menikmati ramadhan. Butuh sosialisasi, slg memaafkn,slg mengkondisikan.

22 Juni 2012

Kunjungan Syaikh Shodi dari Palestina

Syaikh Shodi @darush shalihat 21 Juni 2012 Penerjemah, ust.khudori. Al Quds adl nama yg dgunakan oleh para pendahulu islam,bkn yerusalem spt yg dgunakn oleh yahudi. Apa yg bs qt lakukan untk palestin? Pertama,adl berdoa kpd Allah,krn doa adl tanda org beriman Kedua,adl mentarbiyah anak2 qt,ttg permasalahan palestin. didikan utama adl dari ibu, mk peran ibu sangatlah penting Ada kisah ttg ummu nidhol farhah yg pny 7anak, 4 diantara d penjara yahudi dan 3 lainya tlh mati syahid,dan ketika mrk dpenjara mrk msh sgt muda, mengapa? Krn israel tau bhw ummu niahol akn mendidik anaknya untk mjd pejuang palestin. Anak pertama 18,17,16 tahun mati syahid, shg israel memenjarakn mereka krn kl tdk yg ke4 lainya pun akn mjd prakurit Ksh kedua seorang ibu 35thn yg memiliki 9putra yg semuanya mati syahid saat gaza dbombardir. ia sndr jg terluka, dan ktk sadar lalu menanyakn ttg putra2nya, dan dokter dsana sesuai kebiasaan lgsg menjawab bhw ke9 putranya tlh mati syahid, sang ibu mjwb alhamdulillah. Lalu ia brtny ttg suaminya apkh msh hdp? doktr mjwb bhw suaminya msh hdp, lalu ia brtny brp thn lg ia bs pny anak? Dktr mjbw 1 tahun lg, dan iapun brjanji akn memiliki anak setiap thn. Demikianlah setiap ibu d palestina tlh terdidik untk meniliki cita2 mulia. Kewajibn ketiga adlduktngan scr moril maupun materiil,ttg nilai2 perjuangan palestina, dan brp dukungan materiil, itu yg hrs ditanamkn kpd keluarga,, terutama oleh ibu kpd anak2nya Palestina tdk mbuthkn sedekah dr qt, Krn untk makan dan lain2 mereka sdh berkecukupan. tp sumbgn2 akn dgunakn untk membeli senjata yg mana itu artinya mengajak qt untk ikt berjuang. Hadits Rasulullah, bhw siapa yg meninggal dlm kondisi tdk berjihad d jalan Allah,, mk ia meninggal dlm keadaan kafir. Dan ada riwayat bhw siapa yg sholat d baitul maqdis, adal pahalanya /keutamaanya 1000X sholat d masjid lain, dan brgsiapa mengirimkn minyak2nya (hartanya) untk masjidil aqsha, mk itu sm dg sholat d masjid aqsho. Janganlah kalian mengadakn perjalanan jauh kecuali k masjidil haram, masjidil aqsha,dan masjidku(red,msjd nabi) Indonesia tlh berhutaang budi kpd palestina yaitu palestin adl slh satu negara yg mengakui kemerdekan indonesia, sbg syarat berdirinya sebuah negara 1945. Antara fatah dan hamas adl spt saat kemerdekaan RI jg byk centeng2nya belanda yg mau sj dberikan wilayah yg sebagian sj. Spt fatah yg mau dberi kemerdekaan hny sebgn wilayah palestin sj.

28 Januari 2012

Ciri-ciri Madu Asli?

Madu dan Semut?
Ciri madu asli?
1. Sewaktu segel botolnya dibuka, maka ada bunyi "cethuk".
2. Sewaktu madu dicampurkan ke dalam air, maka tidak langsung larut, madu akan mengendap dahulu karena massa jenisnya yang lebih besar.
3. Sewaktu madu yang dicampurkan ke dalam air tersebut diaduk, maka tidak dengan mudah tercampur, karena sifat viskositas madu yang besar.
4. Sewaktu semut ikut meminum madu tersebut, maka akan mati, seperti dalam foto di atas. Ada apa dan mengapa? akan dibahas lebih lanjut,,,,,:)

Edited 2.11.12 beberapa hari yang lalu ketika saya membuka segel tutup madu botol, bukan hanya bunyi cethuk saja seperti biasanya,, ruuaaarrr biasaaa!! segelnya baru disobek, tutupnya udah terpental ke tembok seperti suara ledakan kecil,,,hebat bener nih madu!

23 Januari 2012

Manajemen Waktu dalam Filosofi Toples


TOPLES WAKTU

Seorang professor berdiri di depan kelas Filsafat. Saat kelas dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dengan bola-bola Golf. Kemudian berkata kepada murid-muridnya, “Apakah toples ini sudah penuh … ?”. Mereka (seisi kelas)  setuju !!!

Kemudian dia (Professor) menuangkan batu koral ke dala toples, kemudian mengguncangkannya dengan ringan. Batu-batu koral tersebut mengisi tempat kosong dalam toples diantara bola-bola Golf. Kemudian dia bertanya kepada murid-muridnya (lagi),”Apakah toples sudah penuh … ?”, (dan lagi-lagi) mereka (murid-muridnya) mereka setuju !!!

Selanjutnya dia (professor) menaburkan pasir ke dalam toples tersebut. Tentu saja, pasir itu menutupi semuanya. Kemudian professor sekali lagi bertanya, ” Apakah toples sudah penuh … ?”. Serentak para murid menjawab, “Yessss…. !”

Kemudian professor itu kembali menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruang-ruang kosong antara pasir dalam toples.

Para murid tertawa ….

Sang professor kemudian berkata,” Sekarang saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu …”
“Bola-bola Golf adalah hal yang penting; Tuhan, keluarga, anak-anak, dan kesehatan.”
“Jika yang lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh.”
“Batu-batu koral adalah hal-hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil.”
“Pasir adalah hal yang sepele.”
“Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples, maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola Golf…”

“Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian.”
“Jadi beri perhatian untuk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu.”
“Bermainlah dengan anak-anakmu.”
“Luangkanlah waktu untuk check up kesehatan.”
“Ajak pasanganmu untuk keluar malam.”

“Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola Golf, hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu, baru yang terakhir urus pasirnya.”
Salah satu murid professor dalam kelas itu mengangkat tangan dan kemudian bertanya, “Kopi mewakili apa prof ?”

Professor tersenyum dan menjawab, ” Saya senang kamu bertanya .”
Kemudian melanjutan, ” Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat…”

sumber : http://dolphinkecil.wordpress.com/tag/filosofi/

Sahabat,,,,semoga dalam setiap waktu kebersamaan kita yang telah lewat dan yang akan datang, Allah SWT senantiasa meridhoi dan memberikan keberkahan dalam kebaikan yang tak kan pernah terputus. Amin,,

Januari 2012,,,dalam dekapan ukhuwah : )

07 Agustus 2011

HAL-HAL YANG MENAKUTKAN DI ALAM KUBUR

Oleh
Ustadz Dr Ali Musri Semjam Putra, MA
sumber : www.almanhaj.or.id

Apabila kita mengamati nash-nash yang shahîh dari al-Qur‘ân dan Sunnah serta ditopang oleh pemahaman dan pandangan para Ulama dalam memahami nash-nash tersebut, maka diketahui bahwa manusia akan melewati empat alam kehidupan, yaitu: alam rahim, alam dunia, alam barzakh (kubur), alam akhirat. Semua proses kehidupan setiap alam tersebut memiliki kekhususan masing-masing, tidak bisa disamakan antara satu dengan lainnya. Misalnya alam rahim, mungkin saja bisa diketahui sebagian proses kehidupan di sana melalui peralatan kedokteran yang canggih, tapi di balik itu semua, masih banyak keajaiban yang tidak terungkap dengan jalan bagaimana pun. Semua itu merupakan rahasia yang sengaja Allah Azza wa Jalla tutup dari ilmu dan pandangan umat manusia. Allah Azza wa Jalla telah menerangkan dalam firman-Nya yang berbunyi:

وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Tidaklah kalian diberi ilmu kecuali sedikit saja. [al-Isrâ‘/17:85]

Apalagi bila kita hendak berbicara tentang kehidupan alam kubur dan alam akhirat, tiada pintu yang bisa kita buka kecuali pintu keimanan terhadap yang ghaib, melalui teropong nash-nash al-Qur‘ân dan Sunnah. Beriman dengan hal yang ghaib adalah barometer pembeda antara seorang Mukmin dengan seorang kafir, sebagaimana termaktub dalam firman Allah Azza wa Jalla :

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ

Kitab (al-Qur‘ân) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib”. [al-Baqarah/2:2-3]

Banyak nash dari al-Qur‘ân dan Sunnah yang mengukuhkan persoalan ini, yang tidak mungkin diuraikan dalam tulisan yang singkat ini.

KEADAAN MANUSIA DI ALAM KUBUR
Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti akan melewati alam kubur. Alam ini disebut pula alam barzakh yang artinya perantara antara alam dunia dengan alam akhirat, sebagaimana firman Allah k yang artinya, “Apabila kematian datang kepada seseorang dari mereka, ia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekalikali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada Barzakh (pembatas) hingga hari mereka dibangkitkan. [al-Mukminûn/23:100]

Para ahli tafsir dari Ulama Salaf sepakat mengatakan, “Barzakh adalah perantara antara dunia dan akhirat, atau perantara antara masa setelah mati dan hari kebangkitan. [1].

Alam Barzakh dinamakan dengan alam kubur adalah karena keadaan yang umum terjadi. Karena pada umumnya jika manusia meninggal dunia, dia dikubur dalam tanah. Namun, bukan berarti orang yang tidak dikubur terlepas dari peristiwa-peristiwa alam barzakh. Seperti orang yang dimakan binatang buas, tenggelam di lautan, dibakar ataupun terbakar. Sebab Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Seperti yang diceritakan Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

عَنْ أَبِي هُر َيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّه صَلى اللَّهِ عَلَيْهِ وَ سَلَمَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ لَمْ يَعْمَل خَيْرًاقَطُّ فَإِذَا مَاتَ فَحَرِّقُوْهُ وَاذْرُوْانِصفَهُ فِي البَرِّ وَنِصفَهُ فِي الْبَحْرِ فَوَ اللَِّهِ لَئِنْ قَدَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ لَيُعَذِ بَنَّهُ عَذَابًا لاَ يُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنْ العَالَمِيْنَ فَأَمَرَ اللّهُ الْبَحْرَ فَجَمَعَ مَافِيْهِ وَأَمَرَ الْبَرَّ فَجَمَعَ مَا فِيْهِ ثُمَّ قَالَ لِمَ فَعَلْتَ قَالَ مِنْ خَشْيَتِكَ وَأَنْتَ أَعْلَمُ فَغَفَرَلَهُِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang yang tidak pernah beramal baik sedikit pun berkata kepada keluarganya: apabila ia meninggal maka bakarlah dia, lalu tumbuk tulangnya sehalus-halusnya. Kemudian sebarkan saat angin kencang bertiup, sebagian di daratan dan sebagian lagi di lautan. Lalu ia berkata, ‘Demi Allah, jika Allah mampu untuk menghidupkannya, tentu Allah akan mengazabnya dengan azab yang tidak diazab dengannya seorang pun dari penduduk alam. Maka Allah memerintahkan lautan dan daratan untuk mengumpulkan abunya yang terdapat didalamnya. Maka tiba-tiba ia berdiri tegak. Lalu Allah bertanya kepadanya, “Apa yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut? Ia menjawab, “karena takut kepada-Mu dan Engkau lebih mengetahui (isi hatiku)”. Kemudian Allah mengampuninya. [2]

Dari kisah di atas dapat kita lihat bagaimana seseorang tersebut berusaha untuk lari dari azab Allah Azza wa Jalla dengan cara yang menurut akal pikirannya dapat membuatnya lolos dan lepas dari azab Allah Azza wa Jalla. Tetapi hal tersebut tidak dapat melemahkan kekuasaan Allah Azza wa Jalla . Bila seandainya ada seseorang mau melakukan tipuan terhadap Allah Azza wa Jalla agar ia terlepas dari azab kubur, sesungguhnya kekuasaan Allah Azza wa Jalla jauh lebih kuat daripada tipuannya. Pada hakikatnya yang ditipu adalah dirinya sendiri.

Di alam kubur manusia akan mengalami kehidupan barzakh sampai terompet sangkakala ditiup oleh malaikat Israfil. Di sana, ada yang bersukacita dan ada pula yang berdukacita, ada yang bahagia dan ada pula yang menderita. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Barâ’ bin ‘Azib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba apabila akan menjumpai kehidupan akhirat dan berpisah dengan kehidupan dunia, para malaikat turun mendatanginya, wajah mereka bagaikan matahari. Mereka membawa kain kafan dan minyak harum dari surga. Para malaikat tersebut duduk dengan jarak sejauh mata memandang. Kemudian malaikat maut mendatanginya dan duduk dekat kepalanya seraya berkata, “Wahai jiwa yang baik keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.” Maka keluarlah ruh itu bagaikan air yang mengalir dari mulut wadah air minum. Maka malaikat maut mengambil ruhnya. Bila ruh itu telah diambil, para malaikat (yang membawa kafan dan minyak harum) tidak membiarkan berada di tangannya walaupun sekejap mata hingga mengambilnya. Lalu mereka bungkus ruh itu dengan kafan dan minyak harum tersebut. Maka keluarlah darinya aroma, bagaikan aroma minyak kasturi yang paling harum di muka bumi. Mereka membawa ruh itu naik menuju (ke langit). Mereka melewati para malaikat yang bertanya, “Siapa bau harum yang wangi ini?” Maka mereka menyebutnya dengan panggilan yang paling baik di dunia. Sampai naik ke langit, lalu mereka meminta dibukakan pintu langit, maka lalu dibukalah untuknya. Malaikat penghuni setiap langit mengiringinya sampai pada langit berikutnya. Dan mereka berakhir pada langit ketujuh. Allah berkata, ‘Tulislah kitab hamba-Ku pada ‘Illiyyin (tempat yang tinggi) dan kembalikan ia ke bumi, sesungguhnya Aku menciptakan mereka dari bumi, kemudian di sanalah mereka dikembalikan dan akan dibangkitkan kelak. Selanjutnya, ruhnya dikembalikan ke jasadnya. Lalu datanglah kepadanya dua malaikat,keduanya menyuruhnya untuk duduk. Kedua malaikat itu bertanya kepadanya, ‘Siapa Rabbmu?’ Ia menjawab, “Rabbku adalah Allah”. ‘Apa agamamu?’ Ia menjawab,agamaku Islam’. ‘Siapa orang yang diutus kepadamu ini?’ Ia menjawab, ‘Ia adalah Rasulullâh. ‘Apa ilmumu?’ Ia menjawab, ‘Aku membaca kitab Allah dan beriman dengannya’. Lalu diserukan dari langit, ‘Sungguh benar hambaku’. Maka bentangkanlah untuknya tikar dari surga-Ku. Dan bukakan baginya pintu surga. Maka datanglah kepadanya wangi surga dan dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang. Selanjutnya, datang kepadanya orang yang berwajah tampan, berpakaian bagus dan harum mewangi. Ia (orang berwajah tampan) berkata, “Bergembiralah dengan semua yang menyenangkanmu. Inilah hari yang dijanjikan untukmu.” Maka ia (mayat) pun bertanya, “Siapa anda, wajahmu yang membawa kebaikan?” Maka ia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shaleh”. Ia bertanya lagi, “Ya Allah, segerakanlah Kiamat agar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku.”

Dan bila seorang kafir, ia berpindah dari dunia dan menuju ke alam akhirat. Dan para malaikat turun dari langit menuju kepadanya dengan wajah yang hitam. Mereka membawa kain rami yang kasar, mereka duduk dengan jarak dari mayat sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut duduk di dekat kepalanya. Ia berkata, “Wahai jiwa yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan Allah.” Selanjutnya, ruhnya pun menyebar ke seluruh tubuhnya dan malaikat maut mencabut ruhnya dengan kuat seperti mencaput sisir besi dari ijuk yang basah. Bila ruh itu telah diambil, para malaikat itu tidak membiarkannya sekejap mata di tangan malaikat maut, sampai para malaikat meletakkannya pada kain rami yang kasar tersebut. Kemudian ia mengeluarkan bau yang paling busuk di muka bumi. Selanjutnya para malaikat membawa naik ruh tersebut. Tiada malaikat yang mereka lewati kecuali mereka mengatakan, ‘Bau apa yang sangat keji ini?’ ia dipanggil dengan namanya yang paling jelek waktu di dunia. ketika arwahnya sampai pada langit dunia dan malaikat meminta pintunya dibuka, akan tetapi tidak diizinkan. Kemudian Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah:


لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ
Tidak dibukakan untuk mereka pintu langit, dan mereka tidak akan masuk surga sampai onta masuk ke dalam lubang jarum”. [al-A‘râf/7:40]

Setelah itu, Allah Azza wa Jalla berkata, “Tulislah catatan amalnya di Sijjîn pada lapisan bumi yang paling bawah”.Dan ruhnya dilemparkan jauh-jauh. Kemudian Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat:


وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ
Barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, maka seolah-olah ia telah terjatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan oleh angin ke tempat yang jauh [al-Hajj/22:31]

Setelah itu ruhnya dikembalikan ke jasadnya, dan datang kepadanya dua orang malaikat yang menyuruhnya duduk. Kedua malaikat itu bertanya, ‘Siapa Rabbmu? ia menjawab, ‘Ha ha, aku tidak tahu’. Mereka bertanya lagi, “Siapakah orang yang diutus kepadamu ini?” Ia menjawab, “Ha ha, aku tidak tahu.” Maka seseorang menyeru dari langit, “Sungguh ia telah berdusta.” Bentangkan tikar untuknya dari api neraka dan bukakan salah satu pinti neraka untuknya. Maka datanglah kepadanya angin panas neraka. Lalu kuburnya disempitkan sehingga tulang-tulang rusuknya saling berdempet. Kemudian datang kepadanya seorang yang berwajah jelek, berpakaian jelek dan berbau busuk. Orang itu berkata,“Berbahagialah dengan apa yang menyakitimu, inilah hari yang dijanjikan padamu.” Lalu ia (mayat) bertanya, “Siapa engkau yang berwajah jelek?” Ia menjawab, “Aku adalah amalanmu yang keji.” Lalu mayat itu mengatakan, “Rabb ku janganlah engkau datangkan Kiamat.” [3]


Jika seorang Muslim mau merenung sejenak bagaimana keadaan dan kondisi kehidupannya nanti di alam kubur, niscaya ia akan menjauhi perbuatan maksiat dan dosa. Bayangkan, bagaimana keadaan kita ketika berada dalam sebuah lubang yang sempit lagi gelap, serta tidak ada cahaya sedikit pun. Betapa mencekam suasana gelap itu dan menimbulkan rasa takut yang dalam, napas terasa sesak, semakin lama semakin sulit untuk bernapas, rasa haus, lapar, panas, mau berteriak tidak seorang pun yang mendengar.

Akan tetapi alam kubur jauh berbeda dari semua itu. Tidak hanya sebatas apa yang tergambar ketika kita berada dalam sebuah lubang sempit dan gelap. Suasana di sana akan ditentukan oleh amalan kita sewaktu di dunia. Orang yang beramal shaleh waktu di dunia, ia akan lulus dalam menjawab pertanyaan malaikat. Tidur di atas hamparan tikar dari surga, ditemani oleh orang berbau wangi dan berwajah tampan. Kemudian senantiasa mencium bau harum hembusan angin surga.

Adapun orang yang ketika hidup di dunia bergelimang dosa dan maksiat, apalagi melakukan perbuatan syirik. Ia tidak akan bisa menjawab pertanyaan malaikat. Tidur di atas hamparan tikar dari api neraka, di temani oleh orang berbau busuk dan berwajah buruk. Kemudian ia senantiasa mencium bau busuk hembusan panas api neraka. Bahkan setiap manusia akan diperlihatkan tempat tinggalnya saat di alam kubur pada waktu pagi dan sore. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِىِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهِلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهلِ الجَنَّةَ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْل النَّار يُقَالُ هََِذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَشَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Apabila seseorang telah mati, akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Jika ia termasuk penghuni surga, maka diperlihatkan tempatnya di surga. Dan jika ia dari penghuni neraka maka diperlihatkan tempatnya di neraka. Kemudian dikatakan kepadanya, “Inilah tempatmu yang akan engkau tempati pada hari Kiamat”. [HR Muslim no. 5110, Ahmad no. 5656, Mâlik no. 502]

Di antara hikmah diperlihatkannya tempat seseorang di akherat kelak ketika berada di alam kubur adalah agar semakin menimbulkan rasa syukur dalam diri orang yang beramal shaleh. Ini adalah salah satu bentuk nikmat yang dirasakannya dalam alam kubur. Adapun bagi orang berbuat dosa, maka itu akan semakin menambah rasa kekecewaan dan penyesalan dalam dirinya. Ini adalah salah satu bentuk azab yang dialaminya dalam alam kubur. Hal ini sebagaimana disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

لاَ يَدْ خُلُ أَحَدٌ الْجَنَّةَ إِلاَّ أُرِيَ مٌَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ لَوْ أَسَاءَ لِيَزْ دَادَ شُكرْرًا وَلاَ يَدْ خُلُ النَّارَ أَحَدٌ إِلاَّ أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ لَوْ أحْسَنَ لِيَكُوْن عَلَيْهِ حَسْرَةً

Tidak seorang pun masuk ke dalam surga kecuali diperlihatkan kepadanya tempatnya di neraka,seandainya ia berbuat jelek, agar bertambah rasa syukurnya. Dan tidaklah seorang pun masuk ke dalam neraka kecuali diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga, seandainya ia berbuat baik, agar semakin bertambah atasnya rasa penyesalannya”. [HR al-Bukhâri no. 6084 dan Ahmad]

Dalam riwayat lain disebutkan: “Apabila seorang hamba diletakkan di kuburnya, dan para pelayatnya pergi meninggalkannya, sesungguhnya ia mendengar derap terompah mereka. Kemudian datanglah kepadanya dua orang malaikat dan menyuruhnya duduk. Mereka bertanya kepadanya, ‘Apa perkataanmu tentang orang ini?’ Adapun orang Mukmin, maka ia akan menjawab, Aku bersaksi bahwa ia adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Lalu dikatakan kepadanya, ‘Lihatlah tempatmu di neraka. Sungguh, Allah telah menukarnya dengan surga, maka ia melihat keduanya. berkata Qatâdah, ‘Disebutkan kepada kami bahwa kuburnya di luaskan tujuh puluh hasta, yang dipenuhi oleh tumbuhan hijau sampai hari mereka dibangkitkan.” [HR al-Bukhâri no. 1285, Muslim no. 5115, Ahmad no. 11823]

KESIMPULAN:
1. Azab kubur bersifat umum bagi seluruh manusia,tidak khusus bagi umat nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .
2. Di antara azab atau nikmat kubur ada yang berhubungan dengan ruh dan jasad secara bersamaan dan ada pula yang khusus berhubungan dengan ruh saja.
3. Semua ruh orang yang telah meninggal dunia berada di alam Barzakh, sekalipun ia dimakan binatang buas ataupun dibakar.
4. Seseorang tidak akan masuk surga atau neraka kecuali setelah terjadinya hari Kiamat dan dibangkitnya seluruh manusia dari kuburnya.

PELAJARAN DI BALIK KEIMANAN KEPADA AZAB KUBUR
1. Menanamkan dalam diri seseorang sikap mawas diri dalam meninggalkan perintah-perintah agama.
2. Memiliki kemauan yang tinggi dalam melakukan amal shaleh, agar mendapat keberuntungan di alam kubur.
3. Menimbulkan rasa takut dalam diri seseorang untuk melakukan maksiat, agar terhindar dari azab kubur.
Wallâhu a‘lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XIII/1431H/2010M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondanrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 begin_of_the_skype_highlighting              0271-858197      end_of_the_skype_highlighting Fax 0271-858197]
_______
Footnote
[1]. Lihat tafsir at-Thabari 18/53.
[2]. Kisah ini terdapat dalam Shahîh al-Bukhâri no.7067 dan Shahîh Muslim: no. 7157
[3]. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni dalam Shahîh Jâmi’ ash Shaghîr no 1676.

02 Agustus 2011

Pelajaran Hikmah

Kajian Kitab Yanabi'ul Hikmah
By Ustadz Syatori Abdur Rauf
Pondok Pesantren Darush Shalihat

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)."
(QS. Al Baqarah:269)

Hikmah ialah kemampuan untuk mengetahui rahasia-rahasia syariat agama,
Hikmah ialah perpaduan 'ulum nadhori (pengetahuan/ilmu) dan tabiat jiwa yang kuat,
perpaduan keduanya akan nampak dengan al mau'idhotil hasanah (kesantunan)

Ucapan berisi hikmah dari Mu'awiyah :
- Tiada kesantunan/kelembutan kecuali orang-orang yang selalu menghadapi kesulitan, kesakitan, kedholiman. Kesantunan/kelembutan pada orang yang belum mengalami hal demikian berarti belum teruji. Orang yang benar2 dalam kesantunan/kelembutan adl ketika ia mengalami berbagai kesulitan ia tetap dapat berlaku lembut dan santun.
- Tiada hikmah kecuali orang yang selalu mencoba pengalaman.

Belajar belum tentu membuat seseorang menjadi bijak, belajar hanya membuat seseorang menjadi pandai. Sedangkan hikmah/kebijakan itu diperoleh dari pengalaman, yaitu orang-orang yang pandai mengambil pelajaran dari pengalamannya.

Semoga kita semua termasuk orang yang mudah mengambil hikmah dari segala sesuatu yang terjadi, karena hakikatnya segala sesuatu itu terjadi atas kehendak Allah dan syariatnya dapat terjadi melalui makhluk-Nya dan semua ciptaan-Nya. 

Dan semestapun bertasbih,
wallahu a'lam bishowab

Subuh kedua, Ramadhan 1432 H
Pintu Ar Royyan dalam harapan

01 Agustus 2011

Satu Ramadhan, Ruh yang terlahir kembali

Satu Ramadhan,,
ketika gerbang segala kebaikan telah terbuka lebar,
ketika gerbang segala keburukan telah tertutup rapat,

ketika lembaran putih bersih siap dihiasi dengan ukiran indah kalimat suci,
ketika dzikir yang tiada akhir adalah amalan yang paling diridhoi,

Satu Ramadhan,,
ketika raga mungil itu mulai memasuki fase kehidupan dunia, bersih tanpa dosa,
ketika tangisan pertamanya disambut dengan sukacita,

ketika banyak orang mendoakan agar menjadi putri sholihah,
ketika harapan orang tua tertuang dalam sebuah namanya,

Satu Ramadhan,,
ketika kini hadir kembali untuk mengingatkan banyak hal,
ketika setiap detiknya tidak ingin disia-siakan tanpa amal kebaikan,

ketika hari ini menjadi moment baik untuk memulai dari awal,
ketika bayi mungil itu kini telah dewasa,

Iya, kini saya telah dewasa, usia pun seperempat abad, 
ketika kasih sayang orang tua bertambah besar,
namun saya belum bisa berbuat banyak untuk mereka,,,
belum bisa memberikan apa-apa,,,
belum bisa membuat kedua orang tua saya bahagia,,,
belum bisa mengabulkan keinginan mereka,,,
keinginan yang mungkin paling dekat saat ini adalah kelulusan saya.
agar tak menambah beban mereka, dan dapat segera menaiki tangga selanjutnya.

kesedihan ini menjadi doa Ya Allah, semoga Engkau selalu menyayangi mereka, selalu memberikan perlindungan kepada mereka, memberikan kesehatan, dan kebahagiaan dunia akhirat, jadikan keberkahan di setiap langkah mereka,,,Ya Rahman Ya Rahim,,

Satu Ramadhan,
Sungguh banyak sekali harapan di bulan mulia ini,
Sungguh mengingati dosa yang tinggi menggunung, berharap ampunan dari-Nya,
agar mengampuni dosa-dosaku,
menjauhkanku dari segala keburukan,
menjauhkan dari siksa kubur,
terlebih semoga menjauhkan dari siksa api neraka,

Sungguh banyak sekali harapan di bulan pernuh berkah ini,
Sungguh mengingat luasnya alam semesta beserta isinya, berharap rahmat dari-Nya,
agar rahmat dan hidayah-Nya tercurah pada hamba dan orang-orang beriman,
agar doa-doa dikabulkan, agar pintu-pintu rizki dibukakan,
agar nikmat beribadah meresap ke dalam hati,
agar dijauhkan dari segala penyakit hati,
agar diterima semua amal ibadah kami,
agar hikmah meliputi mata hati kami,
agar ikhlas, syukur, dan sabar selalu membahana di segenap hati kami,

semoga keberkahan senantiasa dalam kehidupan dunia wal akhirat,
Amin Yaa Robbal 'alamin,,

Renungan sebutir debu di jagat raya, memohon keajaiban Ramadhan dari Rabb-nya Yang Maha Agung,,
Saat adzan subuh bersahutan, menambah syahdu perenungan, semoga hamba yang kecil ini dapat mengingat-Mu selalu Ya Allah,,,amin.

Subuh pertama, Ramadhan 1406-1432 H

30 Juli 2011

Keutamaan Tilawah Al-Qur’an

1. Al-Qur’an adalah Kalamullah
a. Kitab yang Mubarak (diberkahi)
Allah SWT berfirman,
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ﴿٩٢﴾
“Dan Ini (Al-Qur’an) adalah Kitab yang Telah kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” (QS. Al-An’am (6) : 92)
b. Menuntun ke jalan yang lurus.
Allah SWT berfirman,
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا﴿٩﴾
“Sesungguhnya Al-Qur’an Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’ (17) : 9).
c. Tidak ada sedikit pun kebatilan di dalamnya
Allah SWT berfirman,
لَّا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ﴿٤٢﴾
“Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: (41): 42).
2. Membaca Al Qur’an adalah sebaik-baik amal perbuatan.
Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an” (At-Tirmidzi dari Utsman bin Affan, hadits hasan shahih).
3. Al-Qur’an akan menjadi syafi’ (penolong) di hari Kiamat.
Rasulullah SAW bersabda,
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat.” (Muslim dari Abu Umamah).
4. Beserta para malaikat yang mulia di hari Kiamat.
Sabda Nabi SAW,
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan baik dan orang yang membaca Al-Qur’an  dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala.”  (Muttafaq Alaih dari Aisyah ra.)

5. Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an.
Sabda Nabi SAW,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ
“Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, aromanya harum dan rasanya nikmat. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, tidak ada baunya dan rasanya manis. Perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur’an bagai raihanah (semacam bunga kenanga), baunya harum namun rasanya manis. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an bagai buah handzalah (antawali), tidak ada buahnya dan rasanya pahit.” (Muttafaq Alaihi)
6. Penyebab terangkatnya derajat suatu kaum.
Sabda Nabi SAW,
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula” (Muslim dari Umar bin Khatthab).

7. Turunnya rahmah dan sakinah
Sabda Nabi SAW,
مَا مِنْ قَوْمٍ يَجْتَمِعُونَ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَقْرَءُونَ وَيَتَعَلَّمُونَ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا حَفَّتْ بِهِمْ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Tidak ada satu kaum yang sedang membaca, mempelajari, dan mendiskusikan kitab Allah, kecuali para malaikat akan menaungi mereka, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya.” (Ahmad dari Abu Hurairah).

8. Memperoleh kebajikan yang berlipat ganda.
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia akan memperoleh satu hasanah (kebajikan), dan satu hasanah akan dilipat gandakan menjadi sepuluh. Aku tidak katakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi ali satu hurf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (At-Tirmidzi)

9. Bukti hati yang terjaga/melek.
Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنْ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ
“Sesungguhnya orang yang di hatinya tidak ada sesuatupun dari Al-Qur’an, maka ia bagaikan rumah rusak.” (At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
Ahdaf (Tujuan) Tilawah Al Qur’an
1. Ibadah
Allah SWT berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ﴿٥٦﴾
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzaariyat: 56)
Allah SWT berfirman,
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ﴿١١٣﴾
Mereka itu tidak sama; di antara ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).(QS. Ali Imran: 113)
2. Tsaqofah
Allah SWT berfirman,
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ﴿٨٩﴾
Dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS. An Nahl: 89)

Referensi: Riyadhushshalihin
sumber : www.dakwatuna.com

28 Juli 2011

Marhaban Yaa Ramadhan 1432 H

Mentari pagi datang kembali, kicau burung bersahutan, senantiasa setiap hari. Begitulah isyarat alam menandakan pergantian waktu. Dan bumi terus berputar, dan bulan, dan matahari, dan semuanya berjalan pada garis edarnya sesuai dengan perhitungan. Siapa lagi yang dapat mengatur semua ini selain Tuhan Pencipta Alam, Allahu Akbar. Hanya Dialah, Tuhan Yang Maha Esa.

Satu putaran waktu mengembalikan kita pada bulan Ramadhan, sebentar lagi, hanya beberapa hari lagi.
"Allahumma bariklana fii Rojaba wa Sya'bana wa balighna fii Ramadhan"
"Ya Allah berkahilah kami di bulan Rojab dan Sya'ban dan sampaikan kami di bulan Ramadhan"

Waktu yang tinggal beberapa hari ini harus digunakan sebaik2nya untuk mengecek kembali persiapan kita, dari fisik, ruhiyah, fikriyah (ilmu), dan maal (harta). Oleh karena itu do'a di atas dimulai dengan bulan Rojab dan Sya'ban sebagai persiapan Ramadhan (pemanasan sebelum memasuki Ramadhan) dengan berlatih puasa, mengkaji ilmu fiqih puasa, ilmu seputar ramadhan, mengkondisikan ruh/jiwa kita dalam keimanan, dan mempersiapkan harta yang akan disedekahkan. Sehingga sebenarnya terlambat jika kita baru mempersiapkannya ketika memasuki Ramadhan. Namun jika baru menyadari maka harus mengejar persiapan itu semaksimal mungkin agar ibadah kita di bulan Ramadhan juga maksimal, karena bulan Ramadhan adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah,,sehingga datangnya bulan Ramadhan bagaikan datangnya tamu mulia yang harus kita jamu dengan sebaik mungkin dengan amalan kita.

Bulan Ramadhan adalah bulan mulia karena Allah mulai menurunkan Al Qur'an pada bulan ini tepatnya pada 17 Ramadhan, Allah memberikan sangat banyak keistimewaan pada bulan ini. Sebuah waktu istimewa yang diberikan oleh Rabb kepada hambaNya untuk kembali mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah. Jika ada bulan lain kita disunahkan puasa senin-kamis, puasa ayamul bidh/tengah bulan, puasa muharam, dan maksimal puasa daud yaitu satu hari puasa satu hari berbuka berselang-seling, serta puasa sunnah lainnya. Maka pada bulan Ramadhan kita diwajibkan puasa satu bulan penuh, artinya kita akan lebih dekat kepada Allah, karena tujuan puasa adalah untuk mendekatkan diri kepadaNya. Dan bukankah do'a orang yang berpuasa itu mustajab?

Diriwiyatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, ''Ada tiga (golongan) orang yang tidak akan ditolak doanya, yaitu pemimpin (penguasa) yang adil, orang yang berpuasa sehingga dia berbuka, dan orang yang dianiaya. Doa mereka itu diangkat Allah di bawah awan pada hari kiamat dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, dan Allah berfirman, 'Demi keagungan-Ku, Aku akan menolongmu walaupun sesudah suatu waktu'.'' (HR Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah).

Amalan lain pun juga demikian akan semakin mendekatkan diri kita kepadaNya karena lebih rutin dilakukan dengan porsi lebih banyak di bulan Ramadhan. Dan subhanallah bahwa Allah akan melipatgandakan pahala di bulan Ramadhan. Bulan dimana setan-setan dibelenggu, pintu surga terbuka dan pintu neraka tertutup. Artinya bahwa kesempatan kita untuk beramal baik terbuka lebar di bulan ini dan akan dilipatgandakan, ibadah sunnah memiliki nilai seperti ibadah wajib dan ibadah wajib akan dilipatgandakan nilainya di sisi Allah, subhanallah. Adapun pintu neraka ditutup karena bulan ini penuh ampunan sehingga dengan mendekatkan diri kepada Allah, berharap Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, mengembalikan diri kita kembali kepada fitrahnya seperti ketika dilahirkan tanpa dosa, Berharap Allah mengampuni semua dosa kita, sehingga pintu neraka tertutup, dan kita selamat dari api neraka.


Marhaban Yaa Ramadhan, bulan mulia,,
kita sambut dengan bahagia, dengan senyum ceria,
dengan persiapan yang prima, dengan berbekal iman taqwa,
dalam rangka mendekatkan diri pada-Nya, sukses menuju jannah-Nya.
Bersihkan diri, bersihkan hati, kondisikan suasana sehari-hari menyambut tamu yang dinanti.