30 Juli 2011

Keutamaan Tilawah Al-Qur’an

1. Al-Qur’an adalah Kalamullah
a. Kitab yang Mubarak (diberkahi)
Allah SWT berfirman,
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ﴿٩٢﴾
“Dan Ini (Al-Qur’an) adalah Kitab yang Telah kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” (QS. Al-An’am (6) : 92)
b. Menuntun ke jalan yang lurus.
Allah SWT berfirman,
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا﴿٩﴾
“Sesungguhnya Al-Qur’an Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’ (17) : 9).
c. Tidak ada sedikit pun kebatilan di dalamnya
Allah SWT berfirman,
لَّا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ﴿٤٢﴾
“Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: (41): 42).
2. Membaca Al Qur’an adalah sebaik-baik amal perbuatan.
Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an” (At-Tirmidzi dari Utsman bin Affan, hadits hasan shahih).
3. Al-Qur’an akan menjadi syafi’ (penolong) di hari Kiamat.
Rasulullah SAW bersabda,
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat.” (Muslim dari Abu Umamah).
4. Beserta para malaikat yang mulia di hari Kiamat.
Sabda Nabi SAW,
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan baik dan orang yang membaca Al-Qur’an  dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala.”  (Muttafaq Alaih dari Aisyah ra.)

5. Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an.
Sabda Nabi SAW,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ
“Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, aromanya harum dan rasanya nikmat. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, tidak ada baunya dan rasanya manis. Perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur’an bagai raihanah (semacam bunga kenanga), baunya harum namun rasanya manis. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an bagai buah handzalah (antawali), tidak ada buahnya dan rasanya pahit.” (Muttafaq Alaihi)
6. Penyebab terangkatnya derajat suatu kaum.
Sabda Nabi SAW,
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula” (Muslim dari Umar bin Khatthab).

7. Turunnya rahmah dan sakinah
Sabda Nabi SAW,
مَا مِنْ قَوْمٍ يَجْتَمِعُونَ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَقْرَءُونَ وَيَتَعَلَّمُونَ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا حَفَّتْ بِهِمْ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Tidak ada satu kaum yang sedang membaca, mempelajari, dan mendiskusikan kitab Allah, kecuali para malaikat akan menaungi mereka, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya.” (Ahmad dari Abu Hurairah).

8. Memperoleh kebajikan yang berlipat ganda.
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia akan memperoleh satu hasanah (kebajikan), dan satu hasanah akan dilipat gandakan menjadi sepuluh. Aku tidak katakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi ali satu hurf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (At-Tirmidzi)

9. Bukti hati yang terjaga/melek.
Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنْ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ
“Sesungguhnya orang yang di hatinya tidak ada sesuatupun dari Al-Qur’an, maka ia bagaikan rumah rusak.” (At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
Ahdaf (Tujuan) Tilawah Al Qur’an
1. Ibadah
Allah SWT berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ﴿٥٦﴾
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzaariyat: 56)
Allah SWT berfirman,
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ﴿١١٣﴾
Mereka itu tidak sama; di antara ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).(QS. Ali Imran: 113)
2. Tsaqofah
Allah SWT berfirman,
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ﴿٨٩﴾
Dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS. An Nahl: 89)

Referensi: Riyadhushshalihin
sumber : www.dakwatuna.com

28 Juli 2011

Marhaban Yaa Ramadhan 1432 H

Mentari pagi datang kembali, kicau burung bersahutan, senantiasa setiap hari. Begitulah isyarat alam menandakan pergantian waktu. Dan bumi terus berputar, dan bulan, dan matahari, dan semuanya berjalan pada garis edarnya sesuai dengan perhitungan. Siapa lagi yang dapat mengatur semua ini selain Tuhan Pencipta Alam, Allahu Akbar. Hanya Dialah, Tuhan Yang Maha Esa.

Satu putaran waktu mengembalikan kita pada bulan Ramadhan, sebentar lagi, hanya beberapa hari lagi.
"Allahumma bariklana fii Rojaba wa Sya'bana wa balighna fii Ramadhan"
"Ya Allah berkahilah kami di bulan Rojab dan Sya'ban dan sampaikan kami di bulan Ramadhan"

Waktu yang tinggal beberapa hari ini harus digunakan sebaik2nya untuk mengecek kembali persiapan kita, dari fisik, ruhiyah, fikriyah (ilmu), dan maal (harta). Oleh karena itu do'a di atas dimulai dengan bulan Rojab dan Sya'ban sebagai persiapan Ramadhan (pemanasan sebelum memasuki Ramadhan) dengan berlatih puasa, mengkaji ilmu fiqih puasa, ilmu seputar ramadhan, mengkondisikan ruh/jiwa kita dalam keimanan, dan mempersiapkan harta yang akan disedekahkan. Sehingga sebenarnya terlambat jika kita baru mempersiapkannya ketika memasuki Ramadhan. Namun jika baru menyadari maka harus mengejar persiapan itu semaksimal mungkin agar ibadah kita di bulan Ramadhan juga maksimal, karena bulan Ramadhan adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah,,sehingga datangnya bulan Ramadhan bagaikan datangnya tamu mulia yang harus kita jamu dengan sebaik mungkin dengan amalan kita.

Bulan Ramadhan adalah bulan mulia karena Allah mulai menurunkan Al Qur'an pada bulan ini tepatnya pada 17 Ramadhan, Allah memberikan sangat banyak keistimewaan pada bulan ini. Sebuah waktu istimewa yang diberikan oleh Rabb kepada hambaNya untuk kembali mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah. Jika ada bulan lain kita disunahkan puasa senin-kamis, puasa ayamul bidh/tengah bulan, puasa muharam, dan maksimal puasa daud yaitu satu hari puasa satu hari berbuka berselang-seling, serta puasa sunnah lainnya. Maka pada bulan Ramadhan kita diwajibkan puasa satu bulan penuh, artinya kita akan lebih dekat kepada Allah, karena tujuan puasa adalah untuk mendekatkan diri kepadaNya. Dan bukankah do'a orang yang berpuasa itu mustajab?

Diriwiyatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, ''Ada tiga (golongan) orang yang tidak akan ditolak doanya, yaitu pemimpin (penguasa) yang adil, orang yang berpuasa sehingga dia berbuka, dan orang yang dianiaya. Doa mereka itu diangkat Allah di bawah awan pada hari kiamat dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, dan Allah berfirman, 'Demi keagungan-Ku, Aku akan menolongmu walaupun sesudah suatu waktu'.'' (HR Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah).

Amalan lain pun juga demikian akan semakin mendekatkan diri kita kepadaNya karena lebih rutin dilakukan dengan porsi lebih banyak di bulan Ramadhan. Dan subhanallah bahwa Allah akan melipatgandakan pahala di bulan Ramadhan. Bulan dimana setan-setan dibelenggu, pintu surga terbuka dan pintu neraka tertutup. Artinya bahwa kesempatan kita untuk beramal baik terbuka lebar di bulan ini dan akan dilipatgandakan, ibadah sunnah memiliki nilai seperti ibadah wajib dan ibadah wajib akan dilipatgandakan nilainya di sisi Allah, subhanallah. Adapun pintu neraka ditutup karena bulan ini penuh ampunan sehingga dengan mendekatkan diri kepada Allah, berharap Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, mengembalikan diri kita kembali kepada fitrahnya seperti ketika dilahirkan tanpa dosa, Berharap Allah mengampuni semua dosa kita, sehingga pintu neraka tertutup, dan kita selamat dari api neraka.


Marhaban Yaa Ramadhan, bulan mulia,,
kita sambut dengan bahagia, dengan senyum ceria,
dengan persiapan yang prima, dengan berbekal iman taqwa,
dalam rangka mendekatkan diri pada-Nya, sukses menuju jannah-Nya.
Bersihkan diri, bersihkan hati, kondisikan suasana sehari-hari menyambut tamu yang dinanti.

08 Mei 2011

DINA AMPARAN SAJADAH

Darso feat ebith BEAT*A ( dina amparan sajadah )

Dina amparan sajadah abdi sumujud pasrah Diri nu lamokot ku dosa nyanggakeun sadaya-daya Dina amparan sajadah abdi sumujud pasrah Mungut pangampura gusti YA ALLAH RABBUL 'IZZATI

rumasa, kuring rumasa, hirup di nunia, pinuh ku dosa, laku lampah saka hayang, teu nyaho halal jeung haram, nu peunting ngeunah kabawakeun ku sakagawayah, teu nyaho wayah, goreng hate-goreng hate laku lampahpi omongeun wae, poho kawajiban-poho kawajiban, poho akherat gawe kuring ngan ukur maksiat, mun dielingan poho deui, mun dielingan poho deui mun dielingan YA ALLAH RABBUL 'IZZATI Hapunten Abdi.

Dina amparan sajadah ( abdi seja manjatkeun du'a)
abdi sumujud pasrah ( eui abdi kenging pangampura tinu kawasa)
Diri nu lamokot ku dosa nyanggakeun sadaya-daya (nya nya )


Insya allah ayeunamah abdi tos kenging hidayah mugia abdi tiasa janten jalmi istiqomah. Ngalereskeun laku lampah, sejak tobatan nasuha, alhamdulillah Nyanggakeun tobat abdi, mugi janten tobat nu sajati, dosa-dosa nu tos kalangkung mugi janten dosa panuntung. Jembarkeun hate, abdi hoyong janten jalmi nu sae, manfaat kangge sayada, agama, kulawarga nagara, nun gusti abdi nyanggakeun du’a.

Taya deui palumpatan taya deui pamuntangan. Nun ALLAH PANGERAN ABDI PANGERAN ANU SAJATI


Dina amparan sajadah ( abdi seja manjatkeun du'a)
abdi sumujud pasrah (eui abdi kenging pangampura tinu kawasa)
Mungut pangampura gusti ya allah rabul ijati, Munggut pangampura gusti YA ALLAH RABBUL ‘IZZATI
Hirup urang bobolokot ku dosa jeung sajaba nyanggakeun sadaya-daya

05 Mei 2011

Kalender Abadi

Alhamdulillah akhirnya menemukan ini, di blognya Pak T.Djamaluddin,,
sumber : www.tdjamaluddin.wordpress.com

T. Djamaluddin
(Versi awal saya tulis ketika mahasiswa AS-ITB, ” Kalender Masa Lalu dan Yang akan Datang, Kartini, 264, 14 Des 84 – 13 Jan 1985)
(Tulisan ini dimuat di Buku saya, “Bertanya pada Alam”,  ShofieMedia, 2006, dengan revisi penambahan tahun)

Berdasarkan pengetahuan panjang hari setiap tahun kita bisa mengetahui hari-hari pada tahun-tahun yang silam. Misalnya, kita perlu mengetahui hari apakah Ibu Kartini dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 atau kita ingin mengetahui hari apakah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
Kita tahu, rata-rata jumlah hari dalam satu tahun kalender syamsiah (menurut cara Julius, dengan memasukkan tahun kabisat setiap 4 tahun) adalah 365,25 hari. Kalender syamsiah ternyata akan berulang susunan hari-harinya setiap 28 tahun. Ini mudah difahami karena 28 tahun (28 x 365,25 hari = 10.227 hari) adalah kelipatan bulat dari jumlah hari dalam sepekan (7 hari), yaitu 1461 x 7 hari.
Kalender Abadi pada tabel di atas disusun mengikuti aturan keberulangan setiap 28 tahun itu dengan memperhatikan jumlah hari tiap bulan serta tahun-tahun yang termasuk tahun kabisat. Kalender setiap bulan dibuat berumur 31 hari, jumlah hari maksimum dalam satu bulan.
Cara memakainya sebagai berikut. Misalnya bila kita ingin mengetahui hari apa Ibu Kartini dilahirkan pada tanggal 21 April 1879. Carilah tahun yang akan ditentukan di sisi kiri, yaitu 1879. Telusuri ke arah kanan sampai kolom bulan ke-4 (April), akan didapat angka 3. Maka lihatlah kalender nomor 3 ( di tabel bawah). Pada kalender nomor 3 itu tanggal 31 sebenarnya tidak ada karena April hanya berumur 30 hari. Kita lihat tanggal 21 adalah hari Senin. Jadi, Ibu Kartini lahir pada hari Senin. Nah, sekarang carilah dengan cara yang sama hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Kalau benar mencarinya akan didapat 17 Agustus 1945 itu hari Jumat.


 

Nah,,,sudahkah menemukan hari lahir Anda? cocok kan,,,,^^

02 Mei 2011

Tour de Solo

Lama gak berekspresi nulis jadi lumayan kaku,,nah, mari pemanasan lagi, dilemaskan lagi ide2nya,,,
Kali ini saya mo kasih report jalan-jalan k solo kemarin ahad 1 mei 2011,,,,hehehe sebenernya bukan jalan2 sih, tapi ada undangan walimah teman, tapi karena nebeng temen yang bawa mobil, jadi deh ada jalan2nya di solo,,,

Kami berdelapan berangkat dari kampus Teknologi Pertanian UGM jam7 kurang (meskipun janjiannya jam 6) biasa ada molornya,,, dengan diawalai foto session sebelum berangkat, dan berdoa tentunya. Beruntung ada tebengan, naik avanza kakaknya mb matul, dan mb matulpun as driver,,,wow canggih banget nyupirnya, akhwat tangguh euy, salip kanan salip kiri,,,sampe deh d solo jam 8an,, Nah, sebelum ke acara walimah jam 10, kami mampir ke sunday morningnya solo di stadion manahan, klo versi jogjanya ada sunmor UGM, jalan2 liat kanan kiri, sepanjang jalan pernak pernik jualannya sama kyk d sunmor UGM, cuma beda dikit karena yg di UGM sepanjang jalan ada jalurnya, jadi kesannya lebih rapi gitu,,, Nah, makanan yg pertama kali kita beli adlah kerak telor, hehehe secara jujur ngaku nih saya belum pernah lihat dan makan yang namanya kerak telor betawi, jadi pas lihat kemarin langsung tertarik dan pengen nyobain. Ada cerita tentang kerak telor ini, jadi nungguin buatnya lumayan lama karena yang jualan cuma 2 orang suami-istri, kira2 satu kerak telor membutuhkan waktu produksi *ceile* sekitar 10 menit, alhamdulillah kita cuma nunggu 2 antrian, jadi gk terlalu lama, sambil nunggu sambil liat cara bikinnya,,,karena belum pernah liat blass, jadi seneng aja nunggu sambil nikmatin liat cara bikinnya, bahan2 kerak telor tuh ada beras ketan, telor bebek/ayam, bumbu2 yang udah dalam bentuk bubuk,parutan kelapa kering warna kuning, dicampur jadi satu trus diratakan di wajan kecil sehingga ngebentuk kerak,,,makannya dinamakan kerak telor,,,trus dipanaskan sampai kerak matang, masaknya ni pake arang jadi yang bikin lama ini mungkin,,,setelah kerak matang trus dikasih isinya yaitu ada abon dan kelapa kering juga kalo di daerah saya banjarnegara kelapa kayak gitu namanya "srundeng". Trus dibungkus pake kertas minyak,,,jadi deh,,angkut capcus,,,nyam nyam nyam,,, Harga kerak telor ini pun lumayan yaitu Rp.9000 yah sebanding lah sama cara bikinnya yang butuh perjuangan banget,,sama isi abonnya juga banyak jadi emang pas harganya segitu. Pas bayar kerak telor itu,,,saya kasihkan uang Rp. 10.000 lalu si bapak penjual mo ambil kembaliannya di kotak, nah saya lihat ada uang seribuan yang sudah beliau pegang tapi sobek, beliau cari2 di kotak gak ada uang seribuan yang lain,,Saya sih pasrah yah dapet duit sobek,,dalam hati sebenernya gak papa, cz udah biasa ntar juga bisa di selotip bening. Tapi alhamdulillah semoga jualan kerak telor si bapak dan ibu laris bin manis,,beliau tidak memberikan uang sobek itu, tapi lebih memilih menukarkan/memecahkan 5 ribuan ke penjual es sebelah, jadi deh saya gak jadi dapet uang sobek itu,,,subhanallah si bapak akhlak etika dagangnya baik,,,semoga barokah ya pak dagangannya,,,amin,,,
Lanjut cerita setelah kerak telor kita jalan lagi dan penasaran ama nasi liwet tu kayak apa,,,mampir deh ke simbok yang jualan nasi liwet, ternyata isinya nasi, sayur waluh/jipang kuah abang, sama dikasih suwir ayam,, Nah, perkiraan saya rasa nasinya gurih, karena gk sempat nyicipin karena kenyang makan kerak telor n makan di walimah, jadi gak kemakan trus pas sore udah basi,,,mubazir deh :( Trus setelah bli nasi liwet, mbak matul tuh jajan kayak cilok tapi kuecil2 banget,,,awalnya saya gk pengen,, tapi setelah liat mbak matul makan dan bilang enak,,,akhirnya satu mobil pada beli semua,,hihihi ya rasanya standar sih, enak puedezzz,,,hah hah hah,,,krisis air minum pula,, Setelah puas jalan, kita lanjut langsung ke walimah,,,dengan aroma yang telah berubah, aroma kerak telor, nasi liwet, dan cilok,,,weleh2,,,
Sampai di walimah jam 10 pas, tak berapa lama acara di mulai, btw ini adalah pernikahan mbak dyah FTP UGM dan pak nurdin FT UNY. Nuansa pengantin berbalut biru,,barakallahu laka wabaroka'alaika wajama'abainakuma fi khoiri,,semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah, amin... Tak berapa lama sesi piring terbang pun dimulai, padahal tadi masih kenyang makan di manahan,,tapi emang hebat si perut, masih nampung serentetan piring terbang ada snack-sop-nasi-es buah. Sambil makan sambil dengerin tausiyah ustadz yang cara menyampaikanya lucu,,,ta terasa udah selese, setelah dari acara walimah, kita lanjut ke bli oleh2 serabi notosuman, liat cara bikinnya juga, wajan kecil2 buanyak banget,,,pekerjanya seneng banget pas di foto,,wkwkwkw,,,keren nih usaha, dari yang kecil sampe udah bisa berproduksi sebanyak itu, salut,,, Lanjuuuutt,,,cabut ke keraton,,ini nih kita banyak foto sesion disini, terutama fillah yang uda jadi foto model saya,, hehehe. Keraton solo dari segi tata letak gak beda jauh ma jogja, cuman hawa-hawane beda banget, nuansa religi islam lebih terbangun di jogja, sama lebih terawat dan lebih rame di jogja menurut saya,,hmmmm,,,,
Setelah keraton,,capek jalan2, akhirnyaaa pulaaaaanng,,,mbak matul pengen sholat di masjid di depan prambanan,,sesampainya di sana,,subhanallah masjidnya baguuus, sering saya lewat sana pengen mampir, akhirnya kesampaian juga. Masjidnya namanya Al Muttaqun,,tmn2 search di google pasti nemu deh, tampak luar bagus, di dalam juga bagus, kondusif tempat wudhunya terpisah putra-putri, masing2 tertutup jadi nyaman banget, di dalamnya ada kran wudhu, wastafel dan toilet pun super nyaman dan bersih sih sih,,,wangi ngi ngi,,,keren deh pokoknya.Alhamdulillah sudah bisa sholat disana, masjid ini dulu diresmikan oleh pak Hidayat Nur Wahid,,,semoga tetap terjaga masjid Al Muttaqun, dan memang di banyak sudut di tempat wudhu/kamar mandi tertuliskan anjuran infak, yah sebagai salah satu cara agar masjid ini terjaga kebersihan serta nyaman senantiasa,,,amin.
Setelah sholat, lanjut masih mampir satu kuliner lagi idaman Nurul,,yaitu dawet di daerah kalasan,,wuenaaak rek, dawet 2500perak mengobati dahaga sedari perjalanan *lebay* enak lho, dawet cendolnya putih plus ada tape ketannya,,,minumnya di cucup, cz sedotan tersumbat halah,,,,alhamdulillah,,
Perjalanan ini dinilai lancar dan kenyang,,,mulai dari kerak telor-cilok pedes-aneka piring terbang-ditutup dengan dawet, tak lupa sarapan sari roti dan Nu tea (bertuliskan gratis 1 botol di tutupnya).
Pulang ke kos,,

c u on the next JEJE

21 April 2011

Hidup adalah berjalan menuju mati

Kajian Tabarok (mendalami QS.Surat Al Mulk ayat 2)
Kamis, 21 April 2011
oleh Ust. Syatori @PP Darush Sholihat Pogung

Hidup adalah berjalan menuju mati. Pembahasan kali ini masih tentang Ahsanu 'amala, amal yang terbaik.
Ada jurang-jurang di sepanjang jalan menuju ahsanu'amala, yaitu :
1. Belum letih dengan kesenangan dunia
Kesenangan dunia adalah ada saja yang menyenangkan untuk hidup di alam dunia ini, tapi tidak ada manfaatnya untuk hiidup di alam akhirat nanti.
2. Santai
Santai adalah manifestasi dari minimnya rasa rindu kepada akhirat, dan menganggap urusan akhirat bukanlah urusan yang penting.
3. Ma'shiyat
Ma'shiyat berarti menyimpang dari jalan yang benar.
4. Hati yang kotor
Hati kotor karena dipenuhi penyakit hati, kebencian, iri, dengki, riya', sombong.

What next??
Kita harus menutup jurang yang dapat menjerumuskan kita itu,, caranya adalah :
1. Merasa lelah dan metih dengan semua kesenangan dunia yang ada.
2. Termilikinya rasa rindu kepada kampung akhirat.
3. Mau melakukan amal kebaikan yang "paling cepat" mengantarkan diri kita dekan dengan Allah Ta'ala, yakni setiap kebaikan yang membutuhkan sikap SABAR.
4. Sudah menyiapkan oleh-oleh terbaik untuk Allah Ta'ala, yaitu Qolbun Salim.
Qolbun Salim adalah hati yang selamat. Selamat, salim, adalah bersih dari penyakit hati.
Apabila seseorang meninggal hatinya belum salim, berati ia meninggal dengan tanpa membawa oleh-oleh kepada Allah Ta'ala. Dikisahkan seorang sahabat Rasulullah yang meninggal dengan wajahnya yang bercahaya, itu karena amal beliau yaitu tidaklah ia bertemu dengan saudaranya kecuali dalam keadaan hatinya yang selamat. Selamat, salim dari segala penyakit hati.

Sesi tanya jawab :
Pertanyaan tentang seperti apakah keindahan surga itu?
Surga adalah segala-galanya,, segala keindahan yang mata belum pernah melihat, yang telingan belum pernah mendengan, yang pikiran belum pernah terbersit. Itulah surga.
Dan secantik-cantiknya wanita di dunia adalah yang paling buruk di surga.

Do'a Pembuka Majelis




Alhamdulillaahi nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa may yahdillaahu falaa mudhillalahu wa may yudh-lil falaa haa diyalah ,
Asyhadu allaa ilaaha illaloohu wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluhu laa nabiyya ba’dah.
Allahumma sholli wasallim wa baarik ‘ala muhammadin wa ‘ala aaalihi wa ash-haabihi ajma’iin,

Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku.
Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan rosulNya, tidak ada nabi setelah dia.
Ya Allah, berikan sholawat, salam dan kebaikan atas nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.”

02 April 2011

Dimensi Kelangitan

"Saya mencintai Allah karena Ia yang pertama kali mencintai saya." Ismail mualaf, republika online. "Apapun yang penting Allah cinta, yang penting Allah ridha" nasihat tmn d fbnya. Karena sbnrnya yg plg qt butuhkan adl cinta-Nya, ridha-Nya,,, Ya Allah,,,Ya Rahman, Yaa Rahim,,dan ikhlas adalah sebuah keberanian merelakan sesuatu, demi menyesuaikan diri dengan keridhoan-Nya.





26 Maret 2011

Klarifikasi Kode "E" dalam Makanan

Kajian SEHAT (Seri Halal Thayyibah)
Panduan Halal Haram "Ingredients" Makanan bagian 2
Ustadz Nanung Danardono (Glasgow, UK)
pukul 20.00-22.00 WIB (14.00-16.00 CET)


Klarifikasi E-number yg dituduh mengandung lemak babi:
E100=curcumin (pewarna dan fitokimia dari kunyit)
E110=pewarna sunset yellow (syubhat, krn bisa diekstrak dari bahan yg tdk halal)
E120=cochineal/carminic acid (asam karminat), bisa saja haram kalau diekstrak dari bahan haram.
E140=klorofil (ini hanya ada di tanaman, aneh kalau pakai lemak)
E141=senyawa komplek tembaga dari klorofil
E153=arang kayu tanaman (sumber karbon hitam)
E210=asam benzoat (asam organik yg dipakai sbg pengawet, diekstrak dari tanaman)
E213=kalsium benzoat
E214=ethyl 4-hydroxybenzoate
E216=propyl 4-hydroxybenzoate
E252=potassium nitrate (KNO3), garam utk pengawet (garam koq ditambahi lemak, jadinya terus apa nanti?)
E270=asam laktat (asam organik yg dipakai utk pengawet)
E280=asam propionat (asam organik yg dipakai utk pengawet)
E325=sodium lactate (garam dari asam laktat)
E326=potassium laktat
E327=kalsium laktat
E334=asam tartarat (syubhat; haram jika diolah dari khamr/wine)
E335=sodium tartarat (syubhat; haram jika diolah dari khamr/wine)
E336=potasium tartarat (syubhat; haram jika diolah dari khamr/wine), dikenal sbg cream of tartar
E337=potasium sodium tartarat (syubhat; haram jika diolah dari khamr/wine)
E422=gliserol (senyawa turunan lemak. Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E440=pektin (emulsifier dari tanaman)
E470=garam natrium, potassium & kalsium dari asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E471=mono-dan diglycerides dari asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E472=ester dari mono-dan diglycerides dari asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E473=ester sukrosa dari asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E474=sukro-gliserida (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E475 sd. E478=semua adalah turunan asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E621 - monosodium glutamat, subhat (tergantung medianya)
E631 - sodium inosinat, subhat
E627 - sodium guanilat, halal (dari tumbuhan)
E120 - cochineal - haram (mazhab hanafi)
E 160 - caroteen

18 Maret 2011

Pemimpin yang Mendengar

Oleh Ahmad Syahirul Alim Lc*
Seperti biasa, Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA menunggang keledainya di tengah kota. Selain untuk bertegur sapa dengan sahabat dan rakyatnya, Khalifah juga memeriksa kondisi rakyatnya, menolong orang-orang yang memerlukan, dan mencegah kezaliman terjadi di negerinya.

Hari itu, seorang nenek tiba-tiba menghentikan keledai yang ditumpangi Umar. Nenek itu langsung menceramahinya. "Hei Umar, aku dulu mengenalmu sewaktu kau dipanggil Umair (Umar kecil), yang suka menakuti-nakuti anak-anak di pasar Ukadz dengan tongkatmu. Maka hari-hari pun berlalu hingga kau disebut Umar, dan kini engkau Amirul Mukminin... Maka bertakwalah engkau kepada Allah atas rakyatmu! Barang siapa yang takut akan ancaman Allah maka yang jauh (akhirat) akan terasa dekat. Barang siapa yang takut akan kematian tidak akan menyia-nyiakan kesempatan, dan barang siapa yang yakin akan al-hisab (hari penghitungan), ia akan menghindari azab (Allah)."

Umar hanya terdiam mendengar perkataan sang nenek tua itu. Tak satu kata pun terucap dari mulutnya. Sampai-sampai Al-Jarud Al-Abidy yang menemani Umar merasa terganggu dengan sikap nenek tua itu. Al-Jarud berkata, "Hei Nenek, Engkau telah berlebihan atas Amirul Mukminin."

"Biarkanlah ia...," cegah Umar Ra kepada Al-Jarud. "Apa engkau tidak mengenalnya? Dialah Khaulah* yang perkataannya didengar oleh Allah dari atas tujuh lapis langit maka Umar lebih berhak untuk mendengarnya," tutur Amirul Mukminin.

Bahkan dalam riwayat lain, Umar berkata: "Demi Allah, seandainya ia tidak meninggalkanku sampai malam tiba, aku akan terus mendengarkannya sampai ia menunaikan keinginannya. Kecuali jika datang waktu shalat, aku akan shalat lalu kembali padanya, sampai ia menuntaskan keinginannya."

Umar RA selalu setia mendengarkan keluhan rakyatnya. Amirul Mukminin tak segan-segan untuk memohon maaf jika telah merasa lalai. Ia lalu menuntaskan hajat rakyat yang sudah menjadi kewajibannya. Sebagai khalifah, ia bahkan pernah memikul sendiri karung gandum dan menyerahkannya pada seorang janda di ujung kota.

Begitulah Umar memberikan keteladanan kepada kita semua. Seorang pemimpin hendaknya mempunyai pendengaran yang peka terhadap keluhan, bahkan kritikan rakyatnya. Ia menyadari betul, kekuasaannya hanyalah amanah yang harus ia tunaikan kepada para pemiliknya, yaitu rakyat yang dipimpinnya.

Khalifah Umar bukanlah tipe pemimpin yang haus sanjungan. Sebab, ia selalu mengingat firman Allah SWT, "Janganlah sekali-kali kamu menyangka, orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih." (Ali Imran: 188)

--
*Khaulah, gugatannya diabadikan dan menjadi asbabunnuzul surat Al-Mujadilah


*sumber: Republika cetak (15/3/11)
*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Kriteria Ahsanu 'Amala

Kajian Kamis sore @Darush Shalihat by Ust Syatori Abdurrauf
Kajian dapat diikuti on air streaming www.radiopengajian.com

Ahsanu 'Amala adalah amal yang terbaik, ada tiga kriteria yaitu :
1. Memaksimalkan kelebihan/kemampuan yang dimiliki, meliputi kemampuan :
    - waktu
    - ilmu
    - fisik
    - fasilitas
    Misal : ketika ada waktu untuk sholat sunnah, ada ilmu hafalan kita surat yang panjang, ada kesehatan dan kekuatan dalam fisik kita, dan ada fasilitas tempat nyaman, sajadah, pakaian, maka semua itu menjadi ujian bagi kita akankah melakukan ahsanu'amala dengan semua yang kita miliki, semua kelebihan dan kemampuan kita.
2. Ditunaikan dengan hati yang ikhlas, lapang, dan bahagia.
    "Jika kebaikanmu membuatmu bahagia, dan kejelekanmu membuatmu susah, maka kamu adalah Mukmin" (HR.Ahmad)
3. Menyadari bahwa semua kebaikan kita adalah "fadhal"/anugrah dan rahmat dari Allah Ta'ala
    Tidak merasa bahwa semua kebaikannya adalah karena dirinya/usahanya.
    Misal : Seorang hafal Al Qur'an merasa bahwa hafalnya ia karena hasil dari kerja kerasnya, pengorbanannya, usahanya, maka itu malah bisa jadi ahsaru'amala/bukan amal yang baik.

Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (QS.Yunus : 58)