Tampilkan postingan dengan label Cinta Al Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Al Qur'an. Tampilkan semua postingan

01 November 2012

Adab-adab Penghafal Al Quran

Kajian Rumah Al Quran 31 okt 2012
Oleh Ust.Sholihun

Adab penghafal al quran adl etika dan perilaku yg shrsnya dilakukan oleh penghafal quran,bertjuan agr nilai al quran melekat kuat dan memiliki atsar (pengaruh) thd penghafal quran. Adab2 tsb:
1. Keutamaan menghafal al quran
2. Menghormati ahli qur'an
3. Etika belajar al qur'an (talaqqi/musyafahah)
- Ikhlas krn Allah, sbg amal ta'abudy, bkn tuntutan siapapun
- memilih guru yg memiliki akhlak2 terpuji, wara' dan mjg perilakunya dari perbuatan yg tdk pantas (aspek akhlak, makanan, aspek keseharian)
- Berakhlak dg akhlak mulia, bergaul hny dg org2 yg baik spy tdk terpengaruh keburukan akhlak seseorg jk qt mudah terpengaruh - selalu membersihkan hati dari sgl noda dan maksiat, krn Allah tdk akn menempatkn Al Qur'an d hati yg kotor
- Teman yg shalih, yg sll mengingatkn
- Memuliakan Al Quran :
@sll mjg kesucian diri
@menempatkn al quran pd t4 yg pantas
@mjd adab2 tarbawi
@khusyuk dan sll mjg keyakinan thd janji Allah
@tdk menyibukan diri dg urusan2 duniawi yg menuju pd fitnah hati shg mengganggu wazifah dlm murojaah dan mjd hafalannya.
@mjg hal2 yg halal dan tdk berlebih2an thd makanan dan minuman dan hal2 mubah lainnya (wara')
- Berkhidmah kpd Al Quran
@menyebarkan ajarannya
@mjg syariatnya
@membela dan melindungi dari penghinaan yg dilakukan oleh org yg tdk beriman
@tdk merendahkan diri di hadapan para penguasa yg menistakan al quran
=boleh menerima upah atau hadiah yg diberikan penguasa sekiranya tdk membawa fitnah
=sbgn ulama melarang menerima upah atau hadiah dr penguasa
4. Tatacara menjaga hafalan
- Meluangkan wkt khusus untk murojaah, min 1 hari 1 juz
- Mjdkannya sbg wazifah pokok
- Membatasi juz atau surat dlm murojaah
- Tasmi' bersama dg yg lainnya
- Diperdgrkn kembali kpd para guru al quran (tashih ulang
- Mengqodho' jk terhalang dlm muroja'ah

-Maaf tulisannya blm s4 dirapikan-

22 Juli 2012

Indahnya Ramadhan bersama Al Quran

Tabligh Akbar di Rumah Tahfidz Humaira Deresan
oleh Ustadzah Ayu Maulita (Hafidzoh)
Ramadhan adl bulannya Al Qur'an, mengapa qt harus banyak baca Al Qur'an pdhl qt tdk tau artinya? Apakah ada manfaatnya? Ada satu kisah seorang guru yg menyuruh muridnya mengambil air dg sebuah ember berisi batu2 marmer yg kotor, ember tsb berlubang kecil d bagian bawahnya. Sang murid bbrp kali kembali kpd sang guru dg mengeluh karena tdk ada air yg berhasil dikumpulkannya, dan merasa tdk mendapatkan apa2, seperti itu jg ketika qt membaca Al Qur'an yg mana qt tdk tau artinya,, maka rasanya tdk ada yg qt dapatkan, namun kemudian sang guru menyuruh muridnya melihat bebatuan marmer yg ada di dlm ember tsb, yg tadinya sangat kotor dan hitam, skrg menjadi putih bersih. Begitu jg dg membaca Al Qur'an, mgkn kdg qt merasa tdk mendapatkan apa2, "but its work!" dg keajaibannya Al Qur'an dpt membersihkan hati qt, dan manfaat lainnya yg mgkn tdk qt lihat scr langsung. Inilah Al Qur'an yg diturunkan oleh Alloh pencipta alam semesta yg mengetahui segala sesuatu.

Mengapa qt harus menghafal Al Qur'an? Kan sudah byk tersedia Al Quran dg beragam jenisnya sesuai kebutuhan, ada Al Qur'an perkata, Al Quran khusus menghafal, dll,, maka dg menghafal Al Qur'an qt akan dimudahkan dikala qt mjd seorang profesional vg sangat sibuk, shg qt dapat senantiasa membacanya dg hafalan qt dimanapun kapanpun.

Semua qt memiliki potensi dan kesempatan yg sama untuk menghafal Al Qur'an, dan ingatlah bahwa dg menghafalnya dpt menaikkan derajat qt sbg hamba di hadapan Allah.
Ketika sibuk dg dunia mgkn qt akan merasa tdk mendapat apa2 dg menghafal Al Qur'an, namun ingatlah bahwa akan ada suatu hari dimana amal qt ditimbang dan menghafal Al Qur'an dapat menjadi amal yg sangat bernilai sbg pemberat timbangan kebaikan qt.

Lalu bgmn dg orang yg hafal Al Quran namun msh melakukan perbuatan yg dilarang? Misal pacaran, dll, sikap qt adl qt tetap berusaha mjd lebih baik krn qt tidak tahu yg sbnrnya, siapa tahu dia yg qt anggap melakukan perbuatan buruk, ada amalnya yg lbh baik di hadapan Allah daripada diri qt.
Untuk hafal Qur'an qt harus paksakan diri, untuk mjd lbh baik pun qt harus memaksakan diri. Yaitu memaksakan diri untk mengalahkan hawa nafsu.

18 Juli 2012

Mulia dengan Menghafal Al Qur'an

Yaumun Ma'al Qur'an 15 juli 12 @masjid al furqon
Ustadz Ulin Nuha Muhtadi-org2 yg berakal
Mulia dg menghafal Al Quran
Mengapa qt hrs menghafal Al Qur'an?
1.Agar hati qt tdk mjd kumuh dan keruh. Rasulullah bersabda, "Org yg tdk mempunyai hafalan Al Qur'an sedikitpun adl spt rmh kumuh yg mau runtuh" HR. Tirmidzi
QS.An Nur 35, Allahlah pemberi hidayah yg akan menerangi hati qt, dg membaca al quran cahaya Allah akan memenuhi hati qt,, membersihkn dr kotoran2, dan menerangi setiap lubuk hati.
Mengulang2 hafalan akan lbh meresapkan hafalan, smkn lama qt akan smkn merasakan makna Al Qur'an, shg hati qt akan lunak, smkn dkt dg Allah, senantiasa merasakan kehadiran Allah, dan inilah Al Quran sbg obat bg org2 beriman, QS.AL isra
2. Agar sll didampingi oleh malaikat
Org yg mahir membaca Al quran dia akan didampingi malaikat2 kemudian org yg membaca Al Quran dan dia kesulitan,mk dia akan mdptkn 2 pahala. Dua hadis dg redaksi hmpr sama, dari bukhori dan muslim.
Penjelasan imam nawawi dlm syarah hadits :
Mahir membaca Al quran adl yg lancar, bagus, sempurna bacaannya, tdk byk salah dan ringan dlm membacanya krn byk hafalannya.
Bersama malaikat maksudnya ditemani oleh malaikat di dunia dan  akhirat nanti, krn ia adl org yg mengemban kitab. Hadis lain :tdk ada bunyi ditemani di akhirat.
"Sesungguhnya org2 yg istiqomah dg amal soleh, mk ia akn senantiasa ditemani malaikat" QS....
Org yg hafal al quran tak hnti2nya mengulang al quran shg ia sll didampingi malaikat dan mdptkn pahala yg melimpah.
Syaikh abdul adhzim menjelaskan berlipat gandanya pahala org yg mahir membaca al quran tdk dpt dihitung lg.
3. Agar tingkatan surga mjd tinggi
Dari abdillah bin amr bin ash dari nabi blio bersabda "akan dikatakan kpd shahib al quran,bacalah, naiklah dan tartilkan bacaan al quran....
4. Agar mendapat syafaat al quran kelak di akhirat. Dosa qt byk menumpuk, menjadikan amalan qt berlubang2, dan dg syafaat inilah yg akan menambal lubang2 amal qt, bg org2 yg membaca Al Quran
5. Agar menjadi keluarga Allah

Begitu byk keutamaan dan cara2 menghafal Al Quran. Point penting adl niat, keikhlasan hati hanya karena Allah, niat ini sbg pondasi utama, hanya mengharap ridho Allah.

Faktor eksternal sbg motivasi boleh saja, namun hanya sbg pemancing saja jgn sampai mjd pondasi. Karena kdgkala dg hadis2 sj itu ta nampak maka perlu pancing yg tervisual nyata.
- usia lbh muda lbh mudah menghafal
- pemilihan waktu yg tepat. Waktu plg manjur untk menghafal adl bada subuh
- gunakan faktor eksternal sbg motivasi/pancing awal, ex anak kecil dg iming2 coklat, dll untk sljtnya diarahkn dg niat yg lurus
- berkelompok lbh menyenangkan

Tips menghafal :
Persiapan mental
Mengulang2
Mengkaitkan redaksional dg makna

ketika qt pny target, maka fokuskan, ex ust blio tinggalkan undangan organisasi dan hny fokuskan untk kul dan menghafal, krn tenaga qt terbatas, mk tentukan target hidup dan fokuskan.

Teknik murojaah-metode al qosimi
- hendaknya jgn berpindah sblm kuat, krn proses menghafal adl memasukkan ayat, menghafal, mengunci ayat
- mengulang ayat adl spt menghafal kembali, yaitu dg menyetorkan
- tiga agenda utama: murojaah, ziyadah, tilawah hafalan

Detik-detik menjelang Ramadhan..

Selamat menghafal smg Alloh memudahkan setiap ikhtiar.

30 Juli 2011

Keutamaan Tilawah Al-Qur’an

1. Al-Qur’an adalah Kalamullah
a. Kitab yang Mubarak (diberkahi)
Allah SWT berfirman,
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ﴿٩٢﴾
“Dan Ini (Al-Qur’an) adalah Kitab yang Telah kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” (QS. Al-An’am (6) : 92)
b. Menuntun ke jalan yang lurus.
Allah SWT berfirman,
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا﴿٩﴾
“Sesungguhnya Al-Qur’an Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’ (17) : 9).
c. Tidak ada sedikit pun kebatilan di dalamnya
Allah SWT berfirman,
لَّا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ﴿٤٢﴾
“Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: (41): 42).
2. Membaca Al Qur’an adalah sebaik-baik amal perbuatan.
Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an” (At-Tirmidzi dari Utsman bin Affan, hadits hasan shahih).
3. Al-Qur’an akan menjadi syafi’ (penolong) di hari Kiamat.
Rasulullah SAW bersabda,
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat.” (Muslim dari Abu Umamah).
4. Beserta para malaikat yang mulia di hari Kiamat.
Sabda Nabi SAW,
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan baik dan orang yang membaca Al-Qur’an  dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala.”  (Muttafaq Alaih dari Aisyah ra.)

5. Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an.
Sabda Nabi SAW,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ
“Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, aromanya harum dan rasanya nikmat. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, tidak ada baunya dan rasanya manis. Perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur’an bagai raihanah (semacam bunga kenanga), baunya harum namun rasanya manis. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an bagai buah handzalah (antawali), tidak ada buahnya dan rasanya pahit.” (Muttafaq Alaihi)
6. Penyebab terangkatnya derajat suatu kaum.
Sabda Nabi SAW,
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula” (Muslim dari Umar bin Khatthab).

7. Turunnya rahmah dan sakinah
Sabda Nabi SAW,
مَا مِنْ قَوْمٍ يَجْتَمِعُونَ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَقْرَءُونَ وَيَتَعَلَّمُونَ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا حَفَّتْ بِهِمْ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Tidak ada satu kaum yang sedang membaca, mempelajari, dan mendiskusikan kitab Allah, kecuali para malaikat akan menaungi mereka, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya.” (Ahmad dari Abu Hurairah).

8. Memperoleh kebajikan yang berlipat ganda.
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia akan memperoleh satu hasanah (kebajikan), dan satu hasanah akan dilipat gandakan menjadi sepuluh. Aku tidak katakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi ali satu hurf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (At-Tirmidzi)

9. Bukti hati yang terjaga/melek.
Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنْ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ
“Sesungguhnya orang yang di hatinya tidak ada sesuatupun dari Al-Qur’an, maka ia bagaikan rumah rusak.” (At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
Ahdaf (Tujuan) Tilawah Al Qur’an
1. Ibadah
Allah SWT berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ﴿٥٦﴾
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzaariyat: 56)
Allah SWT berfirman,
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ﴿١١٣﴾
Mereka itu tidak sama; di antara ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).(QS. Ali Imran: 113)
2. Tsaqofah
Allah SWT berfirman,
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ﴿٨٩﴾
Dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS. An Nahl: 89)

Referensi: Riyadhushshalihin
sumber : www.dakwatuna.com

12 Februari 2011

Al Qur’an adalah Asy Syifa’


       Beroleh ilmu pengobatan dari kelas qiroati tadi pagi by mb dyah (gurunda qiroati saya), dari pengalaman beliau silaturahim ke Semarang kemarin sowan ke guru besar qiroati di pusat, beliau menceritakan tentang pengalamannya dites lagi disana, yaitu disuruh mengucapkan kalimat tahlil, dan ternyata masih salah…lalu gurunya mb dyah pun disuruh mengucapkan tahlil juga oleh sang guru besar, dan dinyatakan salah juga,,, dan sang guru besar mengatakan benar saja masih salah, gurunya saja masih salah, lalu dijelaskan tentang salahnya pada pengucapan huruf Lam, seharusnya bagaimana, mengenai sifat-sifat hurufnya, dan mengucapkannya. Nah, dari pengalaman tersebut dijelaskan bahwa sebagai seorang guru ngaji harus belajar terus dan terus untuk tetap mempertahankan ilmunya dan menambah ilmunya lagi, karena bisa jadi ketika kita diluluskan jilid 1,2,3 dan seterusnya itu bukan karena kita sudah benar secara sempurna, namun lulus karena harus meneruskan proses berikutnya,sehingga intinya harus terus belajar. Dan seorang gharib sekalipun juga harus terus belajar karena bisa jadi ia baru hanya mempelajari mentah pengucapan huruf saja, belum sampai menmpelajari sifat huruf. Nah, harapannya seorang guru ngaji harus terus belajar mempelajari ucapan dan sifat-sifat huruf, terus belajar dan terus berproses.
       Kemudian mb dyah menceritakan pengalamannya ketika tim guru-guru ngaji dari jogja menyampaikan berbagai permasalahan seputar qiroati, maka sang guru besar hanya memberikan satu jawaban yaitu baca Al Qur’an! Artinya bahwa segala permasalahan akan dipermudah oleh Allah apabila kita membaca Al Qur’an, logikanya ketika seseorang dekat dengan Al Qur’an maka ia akan dekat kepada Allah, sehingga Allah pun akan mempermudah segala permasalahnnya, karena sebenarnya dzikir yang terbaik adalah dengan membaca Al Qur’an. Semua itu dapat terjadi karena Al Qur’an merupakan mukjizat dengan segala keistimewaannya. Mempelajari Al Qur’an adalah fardhu ‘ain dan akan diberikan kemudahan oleh Allah dalam mempelajarinya bagi orang-orang yang diberikan petunjuk, menurutinya, ikhlas dalam belajar, dan bersungguh-sungguh. Sungguh Allah akan benar-benar memberikan kemudahan itu, dan memberikan kemudahan dalam segala permasalahan dalam setiap urusan.
       Berada dekatlah dengan Al Qur’an jadikan huruf, kata, kalimat dalam Al Qur’an ada dalam setiap ingatan. Praktekkan ilmu qiroati yang telah dipelajari, praktekkan ketika membaca Al Qur’an, mulai dari jilid 1 pun dapat dipraktekkan dengan berlatih mengucapkan huruf-huruf secara benar. Praktekkan terus,,dengan membaca Al Qur’an secara tartil, yaitu dengan benar secara qiroati, bukan hanya benar saja. Membaca Al Qur’an secara tartil sesuai yang diperintahkan oleh Allah, membacanya dengan perlahan, benar secara qiroati, menikmati dalam membaca karena membaca Al Qur’an adalah membaca firman Allah, membaca dengan menghayati makna dalam Al Qur’an, membaca Al Qur’an adalah membaca kebaikan, karena satu hurufnya saja bernilai 10 kebaikan, subhanallah…
       Semakin sering kita membaca Al Qur’an, maka akan semakin mudah dalam menghafalnya, bahkan seperti pengalaman sang guru besar dapat menghafal Al Qur’an secara otomatis karena seringnya membacanya. Sehingga cara termudah dalam menghafal Al Qur’an adalah dengan sering membacanya, semakin sering mengulang-ulang bacaan, maka akan otomatis hafal.
       Membaca Al Qur’an dapat mempermudah penyelesaian segala permasalahan, obat paling mujarab bagi semua penyakit, Al Qur’an adalah Asy Syifa’, yang Allah karuniakan kepada hamba-Nya yang turut pada perintah-Nya, mendekat kepadaNya dan menjadikan Al Qur’an sebagai Asy Syifa’ karena-Nya.
       Membaca Al Qur’an secara ikhlas, membacanya dengan mengharap ridha Allah, dengan melepas segala unsur keduniaan, melepas segala kesombongan seorang manusia atas segala ilmu yang dimilikinya, merasakan keajaiban setiap huruf sebagai firman Allah dalam Al Qur’an,  membacanya dengan merasakan bahwa kita sedang diperhatikan oleh Allah sehingga harus membacanya secara benar dan tartil, membacanya berusaha sebaik mungkin untuk benar, sebenar ketika Al Qur’an diturunkan melalui Jibril lalu disampaikan kepada Rasulullah dan sekarang huruf-huruf, kalimat-kalimat suci itu sampai pada lisan kita, maka mengucapkan secara benar dan tartil sebagaimana ia diturunkan adalah sebuah kemuliaan yang luar biasa dan mengandung kebaikan segala kebaikan.
       Subhanallah, walhamdulillah, walaailahaillallah wallahu akbar. Ya Robbi, karuniakanlah kepada kami ilmu dan kepahaman. Amin.

Nb: Bagi para calon ibu, mulai dipersiapkan dari sekarang untuk anak-anak kita kelak agar mengenal Al Qur’an sedini mungkin, mulai dari sang calon ibu sering membaca Al Qur’an, menjadi sahabat Al Qur’an dalam kehidupannya, sampai ketika mengandung mulai memperkenalkan anak kita dalam kandungan dengan sering membacakan Al Qur’an hal tersebut akan membantu perkembangan otak dan hati anak agar dapat merespon kalimat suci Al Qur’an, hingga anak tersebut lahir dan berkembang bertemankan Al Qur’an, serta memperkenalkan Al Qur’an sebagai pendidikan utamanya. Allahu a’lam.

16 Januari 2011

Cara Cerdas Hafal Al'Quran

Buku ini bagus sekali, dan sangat menyemangati untuk semakin semangat dalam menghafal Al Qur'an "secara benar". Penulisnya adalah Dr. Raghib As-Sirjani dan Dr. Abdurrahman Abdul Khaliq. Sebenarnya buku ini sudah saya beli sejak tahun 2008 ketika itu sedang tertarik sekali dengan menghafal Al Qur'an dan dalam kondisi kesulitan dalam hafalan, lalu ke toko buku dan mendapatkan buku ini. Namun saat itu tidak saya baca keseluruhan, tidak selesai, dan rasanya hanya semangat untuk menghafal namun tidak diiringi dengan tekad kuat. Akhirnya buku ini terbengkalai di rak buku dan hafalan saya pun tidak ada kemajuan. Nah, saat ini, sejak Ramadhan 1431 lalu alhamdulillah saya sedang semangat sekali dengan all about Al Qur'an, awalnya saya jatuh cinta pada Al Quran The Miracle 15 in 1 yang saya temui di Masjid Nurul Asri Deresan,