Kajian Tabarok (mendalami QS.Surat Al Mulk ayat 2)
Kamis, 21 April 2011
oleh Ust. Syatori @PP Darush Sholihat Pogung
Hidup adalah berjalan menuju mati. Pembahasan kali ini masih tentang Ahsanu 'amala, amal yang terbaik.
Ada jurang-jurang di sepanjang jalan menuju ahsanu'amala, yaitu :
1. Belum letih dengan kesenangan dunia
Kesenangan dunia adalah ada saja yang menyenangkan untuk hidup di alam dunia ini, tapi tidak ada manfaatnya untuk hiidup di alam akhirat nanti.
2. Santai
Santai adalah manifestasi dari minimnya rasa rindu kepada akhirat, dan menganggap urusan akhirat bukanlah urusan yang penting.
3. Ma'shiyat
Ma'shiyat berarti menyimpang dari jalan yang benar.
4. Hati yang kotor
Hati kotor karena dipenuhi penyakit hati, kebencian, iri, dengki, riya', sombong.
What next??
Kita harus menutup jurang yang dapat menjerumuskan kita itu,, caranya adalah :
1. Merasa lelah dan metih dengan semua kesenangan dunia yang ada.
2. Termilikinya rasa rindu kepada kampung akhirat.
3. Mau melakukan amal kebaikan yang "paling cepat" mengantarkan diri kita dekan dengan Allah Ta'ala, yakni setiap kebaikan yang membutuhkan sikap SABAR.
4. Sudah menyiapkan oleh-oleh terbaik untuk Allah Ta'ala, yaitu Qolbun Salim.
Qolbun Salim adalah hati yang selamat. Selamat, salim, adalah bersih dari penyakit hati.
Apabila seseorang meninggal hatinya belum salim, berati ia meninggal dengan tanpa membawa oleh-oleh kepada Allah Ta'ala. Dikisahkan seorang sahabat Rasulullah yang meninggal dengan wajahnya yang bercahaya, itu karena amal beliau yaitu tidaklah ia bertemu dengan saudaranya kecuali dalam keadaan hatinya yang selamat. Selamat, salim dari segala penyakit hati.
Sesi tanya jawab :
Pertanyaan tentang seperti apakah keindahan surga itu?
Surga adalah segala-galanya,, segala keindahan yang mata belum pernah melihat, yang telingan belum pernah mendengan, yang pikiran belum pernah terbersit. Itulah surga.
Dan secantik-cantiknya wanita di dunia adalah yang paling buruk di surga.
21 April 2011
Do'a Pembuka Majelis
Alhamdulillaahi nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa may yahdillaahu falaa mudhillalahu wa may yudh-lil falaa haa diyalah ,
Asyhadu allaa ilaaha illaloohu wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluhu laa nabiyya ba’dah.
Allahumma sholli wasallim wa baarik ‘ala muhammadin wa ‘ala aaalihi wa ash-haabihi ajma’iin,
Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku.
Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan rosulNya, tidak ada nabi setelah dia.
Ya Allah, berikan sholawat, salam dan kebaikan atas nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.”
02 April 2011
Dimensi Kelangitan
"Saya mencintai Allah karena Ia yang pertama kali mencintai saya." Ismail mualaf, republika online. "Apapun yang penting Allah cinta, yang penting Allah ridha" nasihat tmn d fbnya. Karena sbnrnya yg plg qt butuhkan adl cinta-Nya, ridha-Nya,,, Ya Allah,,,Ya Rahman, Yaa Rahim,,dan ikhlas adalah sebuah keberanian merelakan sesuatu, demi menyesuaikan diri dengan keridhoan-Nya.
26 Maret 2011
Klarifikasi Kode "E" dalam Makanan
Kajian SEHAT (Seri Halal Thayyibah)
Panduan Halal Haram "Ingredients" Makanan bagian 2
Ustadz Nanung Danardono (Glasgow, UK)
pukul 20.00-22.00 WIB (14.00-16.00 CET)
Klarifikasi E-number yg dituduh mengandung lemak babi:
E100=curcumin (pewarna dan fitokimia dari kunyit)
E110=pewarna sunset yellow (syubhat, krn bisa diekstrak dari bahan yg tdk halal)
E120=cochineal/carminic acid (asam karminat), bisa saja haram kalau diekstrak dari bahan haram.
E140=klorofil (ini hanya ada di tanaman, aneh kalau pakai lemak)
E141=senyawa komplek tembaga dari klorofil
E153=arang kayu tanaman (sumber karbon hitam)
E210=asam benzoat (asam organik yg dipakai sbg pengawet, diekstrak dari tanaman)
E213=kalsium benzoat
E214=ethyl 4-hydroxybenzoate
E216=propyl 4-hydroxybenzoate
E252=potassium nitrate (KNO3), garam utk pengawet (garam koq ditambahi lemak, jadinya terus apa nanti?)
E270=asam laktat (asam organik yg dipakai utk pengawet)
E280=asam propionat (asam organik yg dipakai utk pengawet)
E325=sodium lactate (garam dari asam laktat)
E326=potassium laktat
E327=kalsium laktat
E334=asam tartarat (syubhat; haram jika diolah dari khamr/wine)
E335=sodium tartarat (syubhat; haram jika diolah dari khamr/wine)
E336=potasium tartarat (syubhat; haram jika diolah dari khamr/wine), dikenal sbg cream of tartar
E337=potasium sodium tartarat (syubhat; haram jika diolah dari khamr/wine)
E422=gliserol (senyawa turunan lemak. Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E440=pektin (emulsifier dari tanaman)
E470=garam natrium, potassium & kalsium dari asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E471=mono-dan diglycerides dari asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E472=ester dari mono-dan diglycerides dari asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E473=ester sukrosa dari asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E474=sukro-gliserida (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E475 sd. E478=semua adalah turunan asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E621 - monosodium glutamat, subhat (tergantung medianya)
E631 - sodium inosinat, subhat
E627 - sodium guanilat, halal (dari tumbuhan)
E120 - cochineal - haram (mazhab hanafi)
E 160 - caroteen
Panduan Halal Haram "Ingredients" Makanan bagian 2
Ustadz Nanung Danardono (Glasgow, UK)
pukul 20.00-22.00 WIB (14.00-16.00 CET)
Klarifikasi E-number yg dituduh mengandung lemak babi:
E100=curcumin (pewarna dan fitokimia dari kunyit)
E110=pewarna sunset yellow (syubhat, krn bisa diekstrak dari bahan yg tdk halal)
E120=cochineal/carminic acid (asam karminat), bisa saja haram kalau diekstrak dari bahan haram.
E140=klorofil (ini hanya ada di tanaman, aneh kalau pakai lemak)
E141=senyawa komplek tembaga dari klorofil
E153=arang kayu tanaman (sumber karbon hitam)
E210=asam benzoat (asam organik yg dipakai sbg pengawet, diekstrak dari tanaman)
E213=kalsium benzoat
E214=ethyl 4-hydroxybenzoate
E216=propyl 4-hydroxybenzoate
E252=potassium nitrate (KNO3), garam utk pengawet (garam koq ditambahi lemak, jadinya terus apa nanti?)
E270=asam laktat (asam organik yg dipakai utk pengawet)
E280=asam propionat (asam organik yg dipakai utk pengawet)
E325=sodium lactate (garam dari asam laktat)
E326=potassium laktat
E327=kalsium laktat
E334=asam tartarat (syubhat; haram jika diolah dari khamr/wine)
E335=sodium tartarat (syubhat; haram jika diolah dari khamr/wine)
E336=potasium tartarat (syubhat; haram jika diolah dari khamr/wine), dikenal sbg cream of tartar
E337=potasium sodium tartarat (syubhat; haram jika diolah dari khamr/wine)
E422=gliserol (senyawa turunan lemak. Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E440=pektin (emulsifier dari tanaman)
E470=garam natrium, potassium & kalsium dari asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E471=mono-dan diglycerides dari asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E472=ester dari mono-dan diglycerides dari asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E473=ester sukrosa dari asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E474=sukro-gliserida (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E475 sd. E478=semua adalah turunan asam lemak (Statusnya subhat. Haram jika pakai lemak babi atau lemak hewan halal yg tdk disembelih scr syar'i. Kalau dari lemak tanaman, maka ia halal)
E621 - monosodium glutamat, subhat (tergantung medianya)
E631 - sodium inosinat, subhat
E627 - sodium guanilat, halal (dari tumbuhan)
E120 - cochineal - haram (mazhab hanafi)
E 160 - caroteen
18 Maret 2011
Pemimpin yang Mendengar
Oleh Ahmad Syahirul Alim Lc*
Seperti biasa, Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA menunggang keledainya di tengah kota. Selain untuk bertegur sapa dengan sahabat dan rakyatnya, Khalifah juga memeriksa kondisi rakyatnya, menolong orang-orang yang memerlukan, dan mencegah kezaliman terjadi di negerinya.
Hari itu, seorang nenek tiba-tiba menghentikan keledai yang ditumpangi Umar. Nenek itu langsung menceramahinya. "Hei Umar, aku dulu mengenalmu sewaktu kau dipanggil Umair (Umar kecil), yang suka menakuti-nakuti anak-anak di pasar Ukadz dengan tongkatmu. Maka hari-hari pun berlalu hingga kau disebut Umar, dan kini engkau Amirul Mukminin... Maka bertakwalah engkau kepada Allah atas rakyatmu! Barang siapa yang takut akan ancaman Allah maka yang jauh (akhirat) akan terasa dekat. Barang siapa yang takut akan kematian tidak akan menyia-nyiakan kesempatan, dan barang siapa yang yakin akan al-hisab (hari penghitungan), ia akan menghindari azab (Allah)."
Umar hanya terdiam mendengar perkataan sang nenek tua itu. Tak satu kata pun terucap dari mulutnya. Sampai-sampai Al-Jarud Al-Abidy yang menemani Umar merasa terganggu dengan sikap nenek tua itu. Al-Jarud berkata, "Hei Nenek, Engkau telah berlebihan atas Amirul Mukminin."
"Biarkanlah ia...," cegah Umar Ra kepada Al-Jarud. "Apa engkau tidak mengenalnya? Dialah Khaulah* yang perkataannya didengar oleh Allah dari atas tujuh lapis langit maka Umar lebih berhak untuk mendengarnya," tutur Amirul Mukminin.
Bahkan dalam riwayat lain, Umar berkata: "Demi Allah, seandainya ia tidak meninggalkanku sampai malam tiba, aku akan terus mendengarkannya sampai ia menunaikan keinginannya. Kecuali jika datang waktu shalat, aku akan shalat lalu kembali padanya, sampai ia menuntaskan keinginannya."
Umar RA selalu setia mendengarkan keluhan rakyatnya. Amirul Mukminin tak segan-segan untuk memohon maaf jika telah merasa lalai. Ia lalu menuntaskan hajat rakyat yang sudah menjadi kewajibannya. Sebagai khalifah, ia bahkan pernah memikul sendiri karung gandum dan menyerahkannya pada seorang janda di ujung kota.
Begitulah Umar memberikan keteladanan kepada kita semua. Seorang pemimpin hendaknya mempunyai pendengaran yang peka terhadap keluhan, bahkan kritikan rakyatnya. Ia menyadari betul, kekuasaannya hanyalah amanah yang harus ia tunaikan kepada para pemiliknya, yaitu rakyat yang dipimpinnya.
Khalifah Umar bukanlah tipe pemimpin yang haus sanjungan. Sebab, ia selalu mengingat firman Allah SWT, "Janganlah sekali-kali kamu menyangka, orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih." (Ali Imran: 188)
--
*Khaulah, gugatannya diabadikan dan menjadi asbabunnuzul surat Al-Mujadilah
*sumber: Republika cetak (15/3/11)
*posted: pkspiyungan.blogspot.com
Hari itu, seorang nenek tiba-tiba menghentikan keledai yang ditumpangi Umar. Nenek itu langsung menceramahinya. "Hei Umar, aku dulu mengenalmu sewaktu kau dipanggil Umair (Umar kecil), yang suka menakuti-nakuti anak-anak di pasar Ukadz dengan tongkatmu. Maka hari-hari pun berlalu hingga kau disebut Umar, dan kini engkau Amirul Mukminin... Maka bertakwalah engkau kepada Allah atas rakyatmu! Barang siapa yang takut akan ancaman Allah maka yang jauh (akhirat) akan terasa dekat. Barang siapa yang takut akan kematian tidak akan menyia-nyiakan kesempatan, dan barang siapa yang yakin akan al-hisab (hari penghitungan), ia akan menghindari azab (Allah)."
Umar hanya terdiam mendengar perkataan sang nenek tua itu. Tak satu kata pun terucap dari mulutnya. Sampai-sampai Al-Jarud Al-Abidy yang menemani Umar merasa terganggu dengan sikap nenek tua itu. Al-Jarud berkata, "Hei Nenek, Engkau telah berlebihan atas Amirul Mukminin."
"Biarkanlah ia...," cegah Umar Ra kepada Al-Jarud. "Apa engkau tidak mengenalnya? Dialah Khaulah* yang perkataannya didengar oleh Allah dari atas tujuh lapis langit maka Umar lebih berhak untuk mendengarnya," tutur Amirul Mukminin.
Bahkan dalam riwayat lain, Umar berkata: "Demi Allah, seandainya ia tidak meninggalkanku sampai malam tiba, aku akan terus mendengarkannya sampai ia menunaikan keinginannya. Kecuali jika datang waktu shalat, aku akan shalat lalu kembali padanya, sampai ia menuntaskan keinginannya."
Umar RA selalu setia mendengarkan keluhan rakyatnya. Amirul Mukminin tak segan-segan untuk memohon maaf jika telah merasa lalai. Ia lalu menuntaskan hajat rakyat yang sudah menjadi kewajibannya. Sebagai khalifah, ia bahkan pernah memikul sendiri karung gandum dan menyerahkannya pada seorang janda di ujung kota.
Begitulah Umar memberikan keteladanan kepada kita semua. Seorang pemimpin hendaknya mempunyai pendengaran yang peka terhadap keluhan, bahkan kritikan rakyatnya. Ia menyadari betul, kekuasaannya hanyalah amanah yang harus ia tunaikan kepada para pemiliknya, yaitu rakyat yang dipimpinnya.
Khalifah Umar bukanlah tipe pemimpin yang haus sanjungan. Sebab, ia selalu mengingat firman Allah SWT, "Janganlah sekali-kali kamu menyangka, orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih." (Ali Imran: 188)
--
*Khaulah, gugatannya diabadikan dan menjadi asbabunnuzul surat Al-Mujadilah
*sumber: Republika cetak (15/3/11)
*posted: pkspiyungan.blogspot.com
Kriteria Ahsanu 'Amala
Kajian Kamis sore @Darush Shalihat by Ust Syatori Abdurrauf
Kajian dapat diikuti on air streaming www.radiopengajian.com
Ahsanu 'Amala adalah amal yang terbaik, ada tiga kriteria yaitu :
1. Memaksimalkan kelebihan/kemampuan yang dimiliki, meliputi kemampuan :
- waktu
- ilmu
- fisik
- fasilitas
Misal : ketika ada waktu untuk sholat sunnah, ada ilmu hafalan kita surat yang panjang, ada kesehatan dan kekuatan dalam fisik kita, dan ada fasilitas tempat nyaman, sajadah, pakaian, maka semua itu menjadi ujian bagi kita akankah melakukan ahsanu'amala dengan semua yang kita miliki, semua kelebihan dan kemampuan kita.
2. Ditunaikan dengan hati yang ikhlas, lapang, dan bahagia.
"Jika kebaikanmu membuatmu bahagia, dan kejelekanmu membuatmu susah, maka kamu adalah Mukmin" (HR.Ahmad)
3. Menyadari bahwa semua kebaikan kita adalah "fadhal"/anugrah dan rahmat dari Allah Ta'ala
Tidak merasa bahwa semua kebaikannya adalah karena dirinya/usahanya.
Misal : Seorang hafal Al Qur'an merasa bahwa hafalnya ia karena hasil dari kerja kerasnya, pengorbanannya, usahanya, maka itu malah bisa jadi ahsaru'amala/bukan amal yang baik.
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (QS.Yunus : 58)
Kajian dapat diikuti on air streaming www.radiopengajian.com
Ahsanu 'Amala adalah amal yang terbaik, ada tiga kriteria yaitu :
1. Memaksimalkan kelebihan/kemampuan yang dimiliki, meliputi kemampuan :
- waktu
- ilmu
- fisik
- fasilitas
Misal : ketika ada waktu untuk sholat sunnah, ada ilmu hafalan kita surat yang panjang, ada kesehatan dan kekuatan dalam fisik kita, dan ada fasilitas tempat nyaman, sajadah, pakaian, maka semua itu menjadi ujian bagi kita akankah melakukan ahsanu'amala dengan semua yang kita miliki, semua kelebihan dan kemampuan kita.
2. Ditunaikan dengan hati yang ikhlas, lapang, dan bahagia.
"Jika kebaikanmu membuatmu bahagia, dan kejelekanmu membuatmu susah, maka kamu adalah Mukmin" (HR.Ahmad)
3. Menyadari bahwa semua kebaikan kita adalah "fadhal"/anugrah dan rahmat dari Allah Ta'ala
Tidak merasa bahwa semua kebaikannya adalah karena dirinya/usahanya.
Misal : Seorang hafal Al Qur'an merasa bahwa hafalnya ia karena hasil dari kerja kerasnya, pengorbanannya, usahanya, maka itu malah bisa jadi ahsaru'amala/bukan amal yang baik.
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (QS.Yunus : 58)
02 Maret 2011
24 Tahun
24 tahun…………yaa robanna
hamba di dunia……yaa robanna
hamba banyak dosa…yaa robanna
hamba mohon ampun
melupakan satu kewajiban kita
didunia yang telah tertulisakan
dalam agama dalam keluarga
banyak tergiur oleh fantasy dunia
rajin mencapai cita
ada yang jadi artis yang jadi pejabat
tapi kenapa kita suka lupa
terhadap kewajiban kita semua
yang jadi artis banyak
yang tidak hafal hadist
yang jadi pejabat banyak
yang ninggalain sholat
ga jadi malu tetap begitu
padahal itu semua hanyalah
tipu muslihat biar kita dilaknat
banyak ninggalin sholat, puasa
apalagi dzikir cuma sekelebat
Allah subahanahuwataa’la
memerintahkan kepada kita
semua makhluknya didunia
berusaha mencukupi kebutuhan
manafkahi keluarga dari zaman
nabi adam mencari siti hawa
dan rasulullah bergerak
dibidang niaga namun sebenarnya
kita jangan lupa terhadap
kewajiban kita semua
jangan lupa sholat
jangan lupa zakat
jangan lupa dzikir
sekarang mari kita evaluasi diri
apa kekurangan kita didunia
kita perbaiki ya……. buat bekal
nanti dialam kekal
Ebith beat *A klik download disini
hamba di dunia……yaa robanna
hamba banyak dosa…yaa robanna
hamba mohon ampun
melupakan satu kewajiban kita
didunia yang telah tertulisakan
dalam agama dalam keluarga
banyak tergiur oleh fantasy dunia
rajin mencapai cita
ada yang jadi artis yang jadi pejabat
tapi kenapa kita suka lupa
terhadap kewajiban kita semua
yang jadi artis banyak
yang tidak hafal hadist
yang jadi pejabat banyak
yang ninggalain sholat
ga jadi malu tetap begitu
padahal itu semua hanyalah
tipu muslihat biar kita dilaknat
banyak ninggalin sholat, puasa
apalagi dzikir cuma sekelebat
Allah subahanahuwataa’la
memerintahkan kepada kita
semua makhluknya didunia
berusaha mencukupi kebutuhan
manafkahi keluarga dari zaman
nabi adam mencari siti hawa
dan rasulullah bergerak
dibidang niaga namun sebenarnya
kita jangan lupa terhadap
kewajiban kita semua
jangan lupa sholat
jangan lupa zakat
jangan lupa dzikir
sekarang mari kita evaluasi diri
apa kekurangan kita didunia
kita perbaiki ya……. buat bekal
nanti dialam kekal
Ebith beat *A klik download disini
20 Februari 2011
Belajar dari sebuah akar
Belajar dari sebuah akar,
Yg terus berjuang tanpa lelah,
Mencari air dalam tanah,
Untuk menghidupi diri dan keluarganya,
Tak pernah dilihat ketika berbuah lebat,
...Dan takpernah dipuji ketika bunga indah bermekaran,
-dari FB Rumah Sehat-
13 Februari 2011
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Kajian Darush Shalihat
by Ustadz Didik Purwodarsono
by Ustadz Didik Purwodarsono
Nabi Muhammad SAW, beliau lahir pada 12 Rabiulawal tahun gajah, lahir pada zaman jahiliyah. Perbedaan zaman vs waktu adalah jika waktu tidak bisa terulang kembali, sedangkan zaman bisa terulang kembali. Jika waktu berkaitan secara angka atau tanggal, sedangkan zaman berkaitan secara fenomena. Sehingga peringatan maulid nabi secara waktu itu tidak begitu penting karena waktu tidak akan pernah terulang, dan tidak disyari'atkan sehingga bisa menjadi bid'ah, namun peringatan secara fenomena itulah yang penting.
Pengertian zaman jahiliyah, adalah zaman yang penuh kedholiman dan kejahiliyahan. Karekter orang yang istiqomah adalah Mau-Tahu-Mampu, dengan mendasarinya pada Niat-Pengetahuan-Aktivitas. Nah orang yang dholim itu jika ia tahu dan mampu namun tidak mau, dan orang yang jahil itu jika ia mau dan mampu namun tidak tahu. Zaman jahiliyah itulah jika penuh dengan orang yang dholim dan jahil.
QS. Al Ankabut:39 "dan (juga) Karun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu)." Ayat yang bermuatan tentang kekuasaan Karun, Fir'aun, Hamman. Karun sebagai simbol zoon economicon (kekayaan), Fir'aun sebagai simbol zoon politicon (kekuasaan), dan Hamman sebagai animal rasional yang menjadi budak Karun dan Fir'aun, budak kekayaan dan kekuasaan. Pertanyaan dari ustadz, contoh Hamman adalah ketika lulus kuliah melamar kerja kemana? (terkait pilihan pekerjaan smg tidak hny menjadi budak kekayaan dan kekuasaan spt Hamman).
Parameter untuk mengukur sebuah masyarakat apakah itu termasuk masyarakat jahiliyah atau bukan adalah sebagai berikut :
- jika penerapan norma Islam didukung oleh masyarakatnya, berarti masyarakat tersebut adalah masyarakat Islam madani
- jika penerapan norma Islam tidak didukung oleh masyarakatnya, bahkan digunjing, dianggap aneh dan asing, berarti masyarakatnya adalah jahiliyah , seperti ketika zaman Islam baru terlahir di zaman jahiliyah pun dianggap aneh dan tidak umum, maka banyak yang mencelanya, termasuk mencela Muhammad SAW sang pendakwah.
12 Februari 2011
Al Qur’an adalah Asy Syifa’
Beroleh ilmu pengobatan dari kelas qiroati tadi pagi by mb dyah (gurunda qiroati saya), dari pengalaman beliau silaturahim ke Semarang kemarin sowan ke guru besar qiroati di pusat, beliau menceritakan tentang pengalamannya dites lagi disana, yaitu disuruh mengucapkan kalimat tahlil, dan ternyata masih salah…lalu gurunya mb dyah pun disuruh mengucapkan tahlil juga oleh sang guru besar, dan dinyatakan salah juga,,, dan sang guru besar mengatakan benar saja masih salah, gurunya saja masih salah, lalu dijelaskan tentang salahnya pada pengucapan huruf Lam, seharusnya bagaimana, mengenai sifat-sifat hurufnya, dan mengucapkannya. Nah, dari pengalaman tersebut dijelaskan bahwa sebagai seorang guru ngaji harus belajar terus dan terus untuk tetap mempertahankan ilmunya dan menambah ilmunya lagi, karena bisa jadi ketika kita diluluskan jilid 1,2,3 dan seterusnya itu bukan karena kita sudah benar secara sempurna, namun lulus karena harus meneruskan proses berikutnya,sehingga intinya harus terus belajar. Dan seorang gharib sekalipun juga harus terus belajar karena bisa jadi ia baru hanya mempelajari mentah pengucapan huruf saja, belum sampai menmpelajari sifat huruf. Nah, harapannya seorang guru ngaji harus terus belajar mempelajari ucapan dan sifat-sifat huruf, terus belajar dan terus berproses.
Kemudian mb dyah menceritakan pengalamannya ketika tim guru-guru ngaji dari jogja menyampaikan berbagai permasalahan seputar qiroati, maka sang guru besar hanya memberikan satu jawaban yaitu baca Al Qur’an! Artinya bahwa segala permasalahan akan dipermudah oleh Allah apabila kita membaca Al Qur’an, logikanya ketika seseorang dekat dengan Al Qur’an maka ia akan dekat kepada Allah, sehingga Allah pun akan mempermudah segala permasalahnnya, karena sebenarnya dzikir yang terbaik adalah dengan membaca Al Qur’an. Semua itu dapat terjadi karena Al Qur’an merupakan mukjizat dengan segala keistimewaannya. Mempelajari Al Qur’an adalah fardhu ‘ain dan akan diberikan kemudahan oleh Allah dalam mempelajarinya bagi orang-orang yang diberikan petunjuk, menurutinya, ikhlas dalam belajar, dan bersungguh-sungguh. Sungguh Allah akan benar-benar memberikan kemudahan itu, dan memberikan kemudahan dalam segala permasalahan dalam setiap urusan.
Berada dekatlah dengan Al Qur’an jadikan huruf, kata, kalimat dalam Al Qur’an ada dalam setiap ingatan. Praktekkan ilmu qiroati yang telah dipelajari, praktekkan ketika membaca Al Qur’an, mulai dari jilid 1 pun dapat dipraktekkan dengan berlatih mengucapkan huruf-huruf secara benar. Praktekkan terus,,dengan membaca Al Qur’an secara tartil, yaitu dengan benar secara qiroati, bukan hanya benar saja. Membaca Al Qur’an secara tartil sesuai yang diperintahkan oleh Allah, membacanya dengan perlahan, benar secara qiroati, menikmati dalam membaca karena membaca Al Qur’an adalah membaca firman Allah, membaca dengan menghayati makna dalam Al Qur’an, membaca Al Qur’an adalah membaca kebaikan, karena satu hurufnya saja bernilai 10 kebaikan, subhanallah…
Semakin sering kita membaca Al Qur’an, maka akan semakin mudah dalam menghafalnya, bahkan seperti pengalaman sang guru besar dapat menghafal Al Qur’an secara otomatis karena seringnya membacanya. Sehingga cara termudah dalam menghafal Al Qur’an adalah dengan sering membacanya, semakin sering mengulang-ulang bacaan, maka akan otomatis hafal.
Membaca Al Qur’an dapat mempermudah penyelesaian segala permasalahan, obat paling mujarab bagi semua penyakit, Al Qur’an adalah Asy Syifa’, yang Allah karuniakan kepada hamba-Nya yang turut pada perintah-Nya, mendekat kepadaNya dan menjadikan Al Qur’an sebagai Asy Syifa’ karena-Nya.
Membaca Al Qur’an secara ikhlas, membacanya dengan mengharap ridha Allah, dengan melepas segala unsur keduniaan, melepas segala kesombongan seorang manusia atas segala ilmu yang dimilikinya, merasakan keajaiban setiap huruf sebagai firman Allah dalam Al Qur’an, membacanya dengan merasakan bahwa kita sedang diperhatikan oleh Allah sehingga harus membacanya secara benar dan tartil, membacanya berusaha sebaik mungkin untuk benar, sebenar ketika Al Qur’an diturunkan melalui Jibril lalu disampaikan kepada Rasulullah dan sekarang huruf-huruf, kalimat-kalimat suci itu sampai pada lisan kita, maka mengucapkan secara benar dan tartil sebagaimana ia diturunkan adalah sebuah kemuliaan yang luar biasa dan mengandung kebaikan segala kebaikan.
Subhanallah, walhamdulillah, walaailahaillallah wallahu akbar. Ya Robbi, karuniakanlah kepada kami ilmu dan kepahaman. Amin.
Nb: Bagi para calon ibu, mulai dipersiapkan dari sekarang untuk anak-anak kita kelak agar mengenal Al Qur’an sedini mungkin, mulai dari sang calon ibu sering membaca Al Qur’an, menjadi sahabat Al Qur’an dalam kehidupannya, sampai ketika mengandung mulai memperkenalkan anak kita dalam kandungan dengan sering membacakan Al Qur’an hal tersebut akan membantu perkembangan otak dan hati anak agar dapat merespon kalimat suci Al Qur’an, hingga anak tersebut lahir dan berkembang bertemankan Al Qur’an, serta memperkenalkan Al Qur’an sebagai pendidikan utamanya. Allahu a’lam.
Kiat-Kiat Manajemen Qalbu
share dari facebook mbak Rifatul Farida
* 3M Kiat Mengubah Bangsa
Mulai dari diri sendiri
Mulai dari hal yang kecil
Mulai dari sekarang
* 3S Manajemen Konflik
Semangat bersaudara
Semangat mencari solusi
Semangat maslahat bersama
* 5 Pantangan
Pantang sia-sia
Pantang mengeluh
Pantang menjadi beban
Pantang berkhianat
Pantang kotor hati
* Membangun Kredibilitas
Kejujuran yang terbukti dan teruji
Cakap
Inovatif
* TSP
Tahan dari buang sampah senbarangan
Simpan pada tempatnya
Pungut sampah insya allah sedekah
* Konsep Produk
Mutu terjamin halal
Murah harganya
Mudah didapat
Mutakhir
Multi manfaat dunia akhirat
* Konsep Untung
Bila menjadi amal sholeh
Bila menjadi ilmu
Bila bermanfaat
Bila menambah silaturrahmi
Bila menguntungkan orang lain
* DEWASA
Diam aktif
Empati
Wara’
Amanah
Suri tauladan
Adil
* Rahasia Sosialisasi
Suri tauladan
Media yang aman
Pendidikan yang unggul
Lingkungan yang kondusif
* 7B Kiat Meraih Hidup Sukses
Beribadah dengan benar dan istiqomah
Berakhlaq baik
Belajar tiada henti
Bekerja keras, cerdas, dan ikhlas
Bersahaja dalam hidup
Bantu sesama
Bersihkan hati selalu
* 7T Kiat Membentuk pribadi Sukses
Tenang
Terencana
Terampil
Tertib
Tekun
Tegar
Tawadhu’
* Prinsip kerja Sama
Adil
Saling menguntungkan
Transparan
* 5S Kiat Membentuk Pribadi Simpatik
Senyum
Sapa
Salam
Sopan
Santun
* 5 Kiat Praktis Mengatasi Persoalan hidup
Siap
Ridha
Jangan mempersulit diri
Evaluasi diri
Hanya allah satu-satunya penolong
* 3B + RS Budaya Kepemilikan
Berkah
Bersahaja
Bersih
Rapi
Serasi
* 2B + 2L
Berani mengakui jasa dan kelebihan orang lain
Bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain
Lihat kekurangan dan kesalahan diri sendiri
Lupakan jasa dan kebaikan diri sendiri
* 3A Kiat bergaul
Aku menyenangkan bagimu
Aku aman bagimu
Aku bermanfaat bagimu
*6 C (Peningkatan Ruhiyah)
Cinta Masjid
Cinta Shalat
Cinta Shaum
Cinta Qur'an
Cinta Shadaqah
Cinta Dzikir
* 3M Kiat Mengubah Bangsa
Mulai dari diri sendiri
Mulai dari hal yang kecil
Mulai dari sekarang
* 3S Manajemen Konflik
Semangat bersaudara
Semangat mencari solusi
Semangat maslahat bersama
* 5 Pantangan
Pantang sia-sia
Pantang mengeluh
Pantang menjadi beban
Pantang berkhianat
Pantang kotor hati
* Membangun Kredibilitas
Kejujuran yang terbukti dan teruji
Cakap
Inovatif
* TSP
Tahan dari buang sampah senbarangan
Simpan pada tempatnya
Pungut sampah insya allah sedekah
* Konsep Produk
Mutu terjamin halal
Murah harganya
Mudah didapat
Mutakhir
Multi manfaat dunia akhirat
* Konsep Untung
Bila menjadi amal sholeh
Bila menjadi ilmu
Bila bermanfaat
Bila menambah silaturrahmi
Bila menguntungkan orang lain
* DEWASA
Diam aktif
Empati
Wara’
Amanah
Suri tauladan
Adil
* Rahasia Sosialisasi
Suri tauladan
Media yang aman
Pendidikan yang unggul
Lingkungan yang kondusif
* 7B Kiat Meraih Hidup Sukses
Beribadah dengan benar dan istiqomah
Berakhlaq baik
Belajar tiada henti
Bekerja keras, cerdas, dan ikhlas
Bersahaja dalam hidup
Bantu sesama
Bersihkan hati selalu
* 7T Kiat Membentuk pribadi Sukses
Tenang
Terencana
Terampil
Tertib
Tekun
Tegar
Tawadhu’
* Prinsip kerja Sama
Adil
Saling menguntungkan
Transparan
* 5S Kiat Membentuk Pribadi Simpatik
Senyum
Sapa
Salam
Sopan
Santun
* 5 Kiat Praktis Mengatasi Persoalan hidup
Siap
Ridha
Jangan mempersulit diri
Evaluasi diri
Hanya allah satu-satunya penolong
* 3B + RS Budaya Kepemilikan
Berkah
Bersahaja
Bersih
Rapi
Serasi
* 2B + 2L
Berani mengakui jasa dan kelebihan orang lain
Bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain
Lihat kekurangan dan kesalahan diri sendiri
Lupakan jasa dan kebaikan diri sendiri
* 3A Kiat bergaul
Aku menyenangkan bagimu
Aku aman bagimu
Aku bermanfaat bagimu
*6 C (Peningkatan Ruhiyah)
Cinta Masjid
Cinta Shalat
Cinta Shaum
Cinta Qur'an
Cinta Shadaqah
Cinta Dzikir
Langganan:
Postingan (Atom)
